MARKETING PUBLIC RELATIONS

THE POWER OF

PEMASARAN DAN MARKETING PUBLIC RELATIONS (MPR) 

Dalam kegiatan bisnis yang bertumpu pada kegiatan pemasaran, terkadang suatu perusahaan terhalang untuk bisa memasuki pada suatu pasar atau terjadi penolakan terhadap produk di pasaran.

Hal tersebut mungkin terjadi karena: pasar tidak membutuhkannya lagi, baik karena mutu; harga; distribusi maupun promosi yang tidak tepat; seringpula terjadi suatu produk yang sudah diterima baik di pasar bisa jatuh angka penjualannya, bukan karena kehadiran saingan tetapi karena mutunya mendadak merosot.

Hal ini dapat mengakibatkan Produk tersebut kehilangan citranya. Dalam peristiwa semacam ini Public Relations diperlukan untuk mengangkat kembali citra produk bersangkutan.

Dari ilustrasi kasus-kasus tersebut, dapat dipahami bahwa ada jalinan antara pemasaran dengan public relations (PR). Dalam kegiatan pemasaran terdapat Formula 4P atau dikenal dengan istilah Marketing mix yaitu:

  • product
  • price
  • place
  • promotion

Dalam hal ini Public Relations terdapat pada elemen promotion; yang mana didalamnya juga terdapat periklanan, direct marketing, personal selling dan Sales promotion. (promotion mix)

Konsep pemasaran yang terkait dengan PR dikemukakan oleh empat pakar yaitu :

  •  Philip Kotler – social marketing
  •  Regis McKenna – Relationship Marketing
  •  Stan Rapp – Individualized marketing
  •  Thomas L. Harris – marketing Public Relations.

Menurut Thomas L Harris muncul dan berkembangnya MPR saat ini bisa dilihat dari fenomena yang ada yaitu :

  1. Public relations has become a big and profitable business (Public Relations sudah menjadi sesuatu yang besar dan bisnis yang menguntungkan.)
  2. MPR is the largest and fastest growing segment of a fast growing industry. (MPR adalah bagian pertumbuhan yang paling besar dan paling cepat dalam suatu pertumbuhan industri yang paling cepat pula.)
  3. Companies have recognized the growing importance of marketing public relations with bigger budget and fatter paychecks.( Perusahaan telah mengakui semakin meningkatnya arti penting MPR, maka besarnya anggaran dan cek gaji yang lebih besar pula.)
  4. Public relations is getting increasing interest in the marketing and business media.( Public Relations mulai menambah minat di media pemasaran dan perusahaan.)
  5. The academic community is showing greater interest in public relations. (Himpunan akademis menaruh perhatian yang lebih baik terhadap Public Relations)

Definisi MPR

Menurut Thomas L Harris MPR merupakan : Proses perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian program–program yang merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi mengenai informasi yang dapat dipercaya dan melalui kesankesan yang menghubungkan perusahaan dan produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan para konsumen.

Arti penting MPR:

MPR dianggap efektif pada banyak area antara lain:

  1. MPR dapat efektif dalam membangun brand awareness dan brand knowledge.
  2. MPR potensial untuk membangun efektivitas pada area “increasing category usage” (menambah kategori penggunaan) dan “increasing brand sale (meningkatkan penjualan merk)”.
  3. Untuk meningkatkan hasil yang ingin dicapai perlu adanya perpaduan antara periklanan dengan MPR.
  4. MPR semakin penting sebab utamanya dengan semakin canggihnya teknologi media elektronik :
    1. PR lebih cost effective ditengah biaya media yang tinggi
    2. Dapat melengkapai iklan secara komplementer
    3. Dapat diapaki sebagai kegiatan yang dapat terpercaya serta dapat menembus situasi yang relatif sulit/terbatas

FAKTOR PENDORONG, MANFAAT DAN PERAN MPR

Faktor-Faktor Pendorong MPR

Sesuai dengan perkembangan kegiatan pemasaran yang adayang semakin komplek dengan dirasakan semakin sulitnya upaya perencanaan pemasaran berkaitan dengan adanya consumer indifference (ketidakpedulian konsumen), resistance (perlawanan), dan clutter (kekacauan).

Maka pelaku pemasaran harus mampu mengembangkan pesan-pesan yang bersifat meningkatkan kredibilitas yang ada serta dampak positif bagi konsumen.

Adapun pendorong meningkatnya peran MPR yang utama adalah :

  1. Pecahnya pasar yang bersifat massal
  2. Peledakan informasi dan teknologi
  3. Peningkatan persaingan
  4. Jaringan periklanan semakin kurang kuat
  5. Dampak dari VCR (video camera recorder).
  6. Biaya iklan semakin meningkat
  7. Pergeseran biaya promosi
  8. Ketahanan iklan berkurang
  9. Ketahanan efektivitas TV
  10. MPR dalam Marketing mix
  11. Biro periklanan membutuhkan PR
  12. Peluang media yang berkembang
  13. Kemungkinan-kemungkinan yang lebih luas

Sedangkan faktor yang masih dirasakan menghambat adalah :

  1. Relatif sulit untuk dapat dilakukan penilaian/Evaluasi.
  2. Relatif belum dipahami sepenuhnya manfaat dari MPR oleh manajemen serta belum sepenuhnya dukungan dapat diarapkan dari manajemen.

Manfaat MPR:

  1. Membangun posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar
  2. Membangun kepercayaan dan keyakinan konsumen
  3. Membangun kembali, meluncurkan kembali dan reposisi dari produk-produk yang sudah jenuh.
  4. Membangun komunikasi dari kelebihan-kelebihan manfaat dari produk-produk yang sudah lama.
  5. Dapat mengikut sertakan karyawan dan masyarakat untuk lebih mengenal produk.
  6. Membangun pasar baru dan pasar yang lemah
  7. Membangun dan memantapkan perhatian atas suatu kategori produk.
  8. Mengembangkan daya jangkau iklan
  9. Mengatasi resistensi (perlawanan) dari konsumen terhadap iklan
  10. Membantu mengatasi kesulitan yang berkaitan dengan masalah keuangan yang ada kaitannya dengan pemasaran.
  11. Membangun berita yang positif sebelum kegiatan kegiatan periklanan diadakan.
  12. Membuat iklan lebih berharga pesan-pesannya.
  13. Memberikan suplementasi terhadap kegiatan iklan dengan mengkomunikasikan manfaat produk.
  14. Menyampaikan cerita mengenai produk dalam bentuk yang lebih mendalam.
  15. Menambah eksposur dari produk-produk yang tidak dapat diiklankan kepada konsumen
  16. Dapat mempengaruhi opinion leader
  17. Dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kampanye salles promotion.
  18. Dapat dipakai mengidentifikasikan perusahaan dan produk dengan perbedaan etnik yang ada.
  19. Dapat dipakai dalam meningkatkan brand awareness melalui sponsorship.
  20. Dapat memberikan interpretasi yang tepat terhadap dampak dari issue yang bersifat emerging di pasar.
  21. Dapat mengkomunikasikan keputusan pemasaran sesuai dengan perhatian publik.
  22. Dapat membantu mengatasi masalah produk yang sedang dalam resiko.
  23. Dapat menggairahkan bantuan dari pengecer.

Peranan MPR

Menurut Daniel J. Edelman terdapat beberapa situasi dimana MPR dapat berperan banyak.

Situasi itu antara lain :

  • Adanya suatu konsep baru dari produk yang mempunyai nilai berita.
  • Perusahaan tidak mempunyai biaya untuk beriklan.
  • Tidak dapat menggunakan media tv disebabkan berbagai peraturan.
  • Bila dibutuhkan suatu gebrakan untuk produk yang sudah ada di pasar.
  • Bila iklan kurang berhasil dalam menciptakan pengenalan produk.
  • Bila produk sukar untuk dapat diterangkan kekuatannya.

“MPR program to day are targeted to well defined market segment are strategically planned to reach their market (Program MPR pada hari yang diarahkan secara baik untuk menegaskan segmen pasar secara strategis yang telah direncanakan untuk menjangkau pasar mereka .”

Robert Laoterborn berkaitan dengan pernyataan diatas sesuai dengan peranan MPR, terjadi pergeseran pilar dasar MPR dari bauran pemasaran ke arah Customer mix

(bauran konsumen) sebagai upaya memberikan pelayanan prima, antara lain sebagai berikut

  1. Customer Value/customer needs and wants (nila pelanggan)
  2. Cost to Customer (biaya untuk pelanggan)
  3. Convenient for the customer (ketepatan untuk pelanggan)
  4. Cummunication (komunikasi) (Rosady Ruslan)

Peranan MPR dalam mencapai objektif pemasaran perusahaan dapat tercapai melalui strategi marketing PR yaitu sebagi berikut :

  1. Melibatkan konsumen dalam pelaksanaan rancangan program kerjanya.
  2. Cepat tanggap terhadap informasi dan pelayanan yang memang dibutuhkan konsumennya.
  3. Proaktif dalam partisipasinya terhadap program yang diselenggarakan oleh pihak lembaga pemerintah dan berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat luas.

Target dan tujuan yang hendak dicapai dalam strategi marketing PR harus sejalan dengan bagian pemasaran dan tujuan pemasaran.

 

MARKETING PUBLIC RELATIONS DAN PERIKLANAN

 Baik periklanan maupun publik relations keduanya adalah merupakan program komunikasi hanya saja terdapat banyak hal yang membedakan keduanya.

  • Sifat komunikasi dari PR adalah informatif dan edukatif dalam tujuan menciptakan pemahaman dan pengertian sedangkan periklanan karena tujuannya adalah membujuk kelompok sasaran untuk suatu tindakan maka sifat komunikasinya adalah persuasif
  • Tujuan dan sifat komunikasi antara periklanan dan public relations adalah dua hal yang mendasari perbedaan keduanya. Untuk suatu progam komunikasi yang efektif, PR dan periklanan merupakan dua sisi program komunikasi yang sinergis, saling melengkapi dan saling memperkuat. Berikut adalah beberapa perbedaan yang ada dari periklanan dan PR

Kelompok Sasaran 

  • Kelompok sasaran pada periklanan: untuk mengiklankan produk perlu direncanakan kelompok sasaran yang menjadi target komunikasi dan hal ini direncanakan menurut segmentasi pasar, SES (status ekonomi sosial), demografi, psikografi, dan seluruh kajian ini dituangkan dalam perencanaan periklanan. Pesan iklan disampaikan pada kelompok tertentu.
  • Kelompok sasaran PR: tidak terbatas hanya pada kelompok sasaran primer tetapi juga pada kelompok sasaran sekunder yang terkait secara tidak langsung dengan program PR, oleh karena itu untuk menjangkau kelompok sasaran PR tidak hanya menggunakan media massa saja namun juga media khusus lainnya

Tujuan Komunikasi

  • Komunikasi periklanan bertujuan: untuk menciptakan awareness dalam upaya motivasi pembelian, sedangkan PR bertujuan untuk menciptakan pengetahuan, pengertian, pemahaman, minat dan dukungan dari berbagai pihak yang dapat menentukan jalannya organisasi/perusahaan. Berbeda dengan Corporate PR yang mempunyai fungsi untuk dukungan terhadap perusahaan. Marketing PR lebih berfungsi untuk pemasaran produk.
  • Tujuan PR dapat berbeda-beda sesuai dengan public (kelompok sasaran) yang dihadapi. Terdapat hubungan yang erat CPR dengan MPR dimana perusahaan yang telah dikenal baik lebih mempunyai kekuatan untuk dapat memberikan dukungan terhadap produk-produk di bawah payung perusahaan tersebut.

Pendekatan Komunikasi

Periklanan dalam tujuan untuk memotivasi pembelian produk oleh karena itu iklan harus mampu untuk menarik perhatian dan menggugah kelompok sasaran terhadap pesan yang disampaikan dengan berbagai cara termasuk mendramatisir. Pendekatan PR berbeda sebab pesan haruslah berlandaskan kredibilitas dan tidak bisa melebih-lebihkan ataupun mengurangi informasi yang disampikan kepada kelompok sasarannya.

Media

Perbedaan antara periklanan dan PR dalam penggunaan media sebagai sarana penyampai pesan dapat dilihat dari :

  1. Jenis media dan pilihan media
  2. Bagian dari organisasi media yang dihubungi (periklanan berhubungan dengan bagian iklan sedangkan PR berhubungan dengan redaksi).
  3. Jenis ruang dalam media yang digunakan
  4. Kemampuan pengembangan-pengembangan media.

Efektifitas dan Efisiensi MPR dan Periklanan

MPR dan periklanan merupakan dua aspek komunikasi yang saling mengisi dan memperkuat satu dengan yang lain, namun dalam beberapa situasi tertentu dapat dikatan MPR akan berjalan dengan efektif tanpa dukungan periklanan. Efektifitas dari MPR dikaitkan dengan efisiensi biaya, memperkuat kesimpulan bahwa MPR merupakan program komunikasi yang efisien dan efektif untuk dapat memperbesar pangsa pasar.

PENDEKATAN MPR DAN HARRIS GRID

Tiga pendekatan dalam MPR Menurut Thomas L Harris, tiga pendekatan dalam MPR terdiri dari; Push, Pull dan Pass.

1. Push

Strategi “dorongan” diperlukan untuk menggunakan kekuatan penjualan dan promosi perdagangan untuk mendorong produk melalui saluran-saluran. Produsen secara agresif mendorong produk kepada agen, agen secara agresif mendorong produk kepada pengecer, dan pengecer secara agresif mendorong produk kepada konsumen.

2. Pull

Strategi “menarik” memerlukan pengeluaran uang banyak atas periklanan, dan promosi konsumen agar permintaan konsumen menjadi lebih berkembang. Jika strategi ini efektif, para konsumen akan meminta produk kepada pengecer mereka, pengecer akan meminta produk kepada agen mereka, dan agen akan menanyakan produknya kepada produsen.

3. Pass

Dalam strategi “mendorong” dan “menarik”, saya mengusulkan bahwa dimensi ketiga, yaitu strategi “melewati”, diperlukan pada pemasaran yang saat ini semakin kompleks. Itu didatangkan oleh faktor Kotler yang digambarkan pada megamarketing, terutama untuk keperluan memasuki pasar yang dihalangi atau dilindungi oleh partai lain daripada pengguna akhir. Partai ini termasuk, tetapi dengan tak ada arti terbatas, pembuat kebijaka pemerintah. Pembuat undang-undang, regulator, partai politik, aktivis, dan kelompok-kelompok kepentingan umum yang pernah mewakili tumbuhnya penyebab agenda, menarik, dan keprihatinan.

Baru saja selama yang dilakukan oleh media sebagai penjaga gawang (gatekeeper), mengetahui berita yang mana akan atau tidak akan masuk, organisasi ini bertindak sebagai penjaga gawang ke marketplace. Para pemasar harus berhasil melewati mereka, yaitu untuk memasuki pasar tertentu dan untuk mengatasi atau menetralkan lawan. Satu tugas untuk ini, Kotler mengambil nilainya, karena para eksekutif pemasaran tidak siap dengan latihan atau pengalaman.

Peran PR adalah merancang strategi mengurusi program-program serta mengijinkan para agen pemasaran untuk melewati para penjaga gawang dan masuk ke pasar. Dalam pandangan Kotler, CPR dan MPR harus memainkan sebuah peran, apa yang disebut rencana strategis “melewati”. Ketika para pelanggan membuat keputusan untuk membeli, mereka sangat yakin perasaan memutuskan untuk membeli dua hal, produk dan perusahaan.

Kotler sangat percaya sekali, bahwa orangorang akan melakukan bisnis dengan perusahaan, mereka tahu dan percaya. Para pelanggan percaya ini berhasil didapat dengan memberikan mutu produk yang dinilai baik. Juga berhasil didapat dengan mensponsori kegiatan dan bisa memahami sebab yang ditunjukkan dengan memberikan penghargaan perusahaan kepada pelanggan.

Alat-alat yang digunakan dalam strategi ini Oleh MPR adalah:

  1. Komunikasi pameran perdagangan, termasuk publikasi khusus, pertemuan sponsor, makan pagi, atau penerimaan di mana produk baru dipernalkan ke pasar.
  2. Laporan berkala perdagangan yang menyoroti produk dan pendukung promosi.
  3. Cetakan ulang publisitas untuk digunakan oleh orang-orang penjualan dalam menyebut penjualan atau surat langsung kepada pembeli (teorinya yaitu jika media menganggap berita tersebut mengenai pelanggan).
  4. Artikel penerbitan perdagangan membidik ke barang dagangan manager dan pembeli dan menutupi berita-berita produk, cerita tentang periklanan dan program bantuan promosi, termasuk MPR, wawancara ahli perusahaan dan cerita baris permulaan, atau program keberhasilan pedagang eceran dengan garis produk

FIGURE 5-1  The HARRIS GRID

Kisi-kisi diperkenalkan (5-1) menegaskan produk di masa:

1. Minat mereka untuk menjadikan konsumen sebagai sasaran, dan

2. Minat potensial mereka kepada media dan bahwa ialah mereka patut dijadikan berita. Bagian atas kiri quadran A: Terdiri dari produk yang banyak diminati, baik kepada konsumen maupun media. Bagian bawah kiri mewariskan quadran B: Adalah minat yang kurang terhadap media dan konsumen. Bagian atas kanan quadran C: Adalah minat kepada konsumen tetapi tidak kepada media Bagian bawah kanan quadran D. Adalah minat yang rendah baik kepada konsumen maupun media.

Strategi Kuadran A.

Perusahaan harus melakukan kampanye dengan menampilkan produk yang terbuka untuk umum.

Strategi Kuadran B :

Pihak perusahaan harus berusaha mengembangkan “berita” baru mengenai produk-produk mereka untuk menarik perhatian konsumen.

Strategi Kuadran C :

Strateginya adalah kita harus mensponsori kegiatan-kegiatan yang bernilai berita dan progam-program yang memperkuat posisi dan citra produk.

Strategi Kuadran D :

Stratgei yang harus dilakukan pada produk adalah “Borrow interest” (membangkitkan daya tarik) dengan menghubungkan produk dengan program-program atau peristiwa yang menarik perhatian konsumen dan media : Co. Mensponsori program yang mempunyai tujuan tertentu untuk memberikan kesan pada konsumen dan menarik minat media massa.

PLANNING PR PROGRAM AND PR CAMPAIGN

Jargon Public Relations 

Proyek – Program – Kampanye

• Proyek adalah aktivitas PR tunggal dan biasanya berumur pendek, didesain untuk menjumpai sasaran yang spesifik, contoh: jumpa pers untuk mengumumkan CEO baru, suatu kegiatan peluncuran produk baru.

• Program adalah aktivitas PR terus-menerus yang menangani beberapa tujuan. Program mempunyai komisi lanjutan dalam organisasi dan fokus dengan publik khusus/target sasaran. contoh: suatu kegiatan (CSR) yang focus kepada isu lingkungan, program hubungan dengan media yang berkelanjutan.

• Kampanye adalah kegiatan PR yang sistematis, dengan tujuan khusus dan terbatas, terus-menerus selama kurun waktu yang panjang dan berhubungan dengan tujuan-tujuan yang terkait dengan masalah tertentu. Contoh: Kampanye untuk mengurangi merokok, kampanye untuk sosialisasi kebijakan pemerintah yang baru.

Perencanaan Penting

Sama seperti bidang yang lain, perencanaan dalam PR

sangatlah penting

 

Memfokuskan Upaya

Dengan memastikan tanpa pengecualian bahwa kita bekerja untuk hal-hal yang tepat

Meningkatkan Efektivitas

Dengan bekerja pada hal-hal yang tepat, tujuan yang ditetapkan akan berhasil dicapai.

Mendorong Perspektif Jangka Panjang

Rencana membutuhkan Anda untuk melihat ke depan. Ini memaksa Anda untuk memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan perspektif segera di sini dan sekarang.

Membantu Menunjukkan Nilai Uang

Perencanaan anggaran memerlukan proses yang dapat membantu Anda untuk mengurangi biaya yang tidak perlu.

Minimalkan Terjadinya Insiden

Perencanaan yang hati-hati, berarti Anda telah mempertimbangkan berbagai skenario dan kemungkinan mempersiapkan rencana untuk itu.

Meredam Konflik

Perencanaan yang baik membantu Anda dan tim yang sama untuk melihat dan persepsi

Memfasilitasi Ide

Perencanaan dapat menampung banyak ide dan proaktif

Proses Proses

Proses kegiatan MPR hakekatnya mengikuti empat langkah proses public relations seperti yang dirancang oleh Cutlip dan Center (Rusady Ruslan) yaitu :

  1. Defining The Problem
  2. Planning and Programming
  3. Taking action and Communicating
  4. Evaluating The Program

1. Mendefinisikan Masalah

Langkah ini membutuhkan riset dan pengumpulan fakta, sama baiknya dengan penyelidikan dan mengamati pengetahuan, pendapat, sikap, dan perilaku yang memprihatinkan tersebut dengan terhadap perbuatan dan kebijakan organisasi. Essensinya, ini adalah fungsi kecerdasan organisasi; itu memerlukan dalam menentukan “apa yang sedang terjadi sekarang?”

2. Perencanaan dan Program

Langkah ini melibatkan kecerdasan ke arah kebijakan dan program-program organisasi. Menghasilkan keputusan yang mempengaruhi program publik, tujuan, prosedur, dan strategi pada kepentingan semua perhatian. Menjawab pertanyaan “apakah yang harus kami lakukan dan mengapa?”

3. Aksi dan Komunikasi

Langkah ini diperlukan untuk menjalankan rencana-rencana dan program, baik melalui aksi maupun komunikasi yang dibentuk untuk mencapai sasaran yang spesifik yang berhubungan dengan tujuan.

4. Mengevaluasi Program

Langkah ini digunakan untuk menghasilkan program sebaik bagaimana menilai keefektivan persiapan program dan implementasinya. Penyesuaian bisa dibuat pada program lanjutan atau program dapat dihentikan setelah mempelajari “bagaimana Anda melakukannya?”

Elemen Penting Perencanaan PR

Suatu Perencanaan PR yang Komprehensif, antara lain:

• Latar belakang / Analisis Situasi

• Tujuan:

– Proyek / Tujuan Bisnis

– Tujuan Hubungan Masyarakat

• Publik / Target Sasaran

• Pesan Kunci

• Strategi

• Berhubung dgn susunan / Peralatan / Kegiatan

• Sumber

• Tabel waktu

• Anggaran

• Evaluasi

 

Elemen Penting Perencanaan PR

1. Latar Belakang/Analisis Situasi

  • Analisis untuk mengetahui di mana kita berada, dan yang kami inginkan. Jika kita tidak mengetahui hal tersebut, kita tidak bisa membuat bebrapa rencan.
  • Analisis yang dapat mempersingkat atau yang memperpanjang dan penelitian mendalam, tergantung kebutuhan .

Analisis Model Populer:

  • PEST Analysis

(Political, Economic, Social and Technology)

  • SWOT Analysis

(Strength, Weakness, Opportunities and Threats)

Penelitian Teknis Populer

  • Kuesioner
  • Wawancara satu per satu
  • Wawancara telepon
  • Kelompok yang terarah
  • Riset internet
  • Riset informal
  • Riset media / pemantauan
  • Audit komunikasi
  • Survei garis dasar

Contoh Sasaran PR:

  • Menciptakan kesadaran
  • Meningkatkan pehaman
  • Mengatasi kesalahpahaman dan sikap apatis
  • Memberitahukan
  • Membangun pengetahuan
  • Menciptakan dukungan

2. Menetapkan Tujuan

Tujuan harus SMART

Specific                : tujuan harus fokus, jelas dan ringkas

Measurable       : harus dapat dibandingkan, diukur, untuk melakukan evaluasi yang lebih mudah.

Achievable         : realistis, dapat dicapai. Jangan berandai-andai.

Time                      : waktu yang spesifik

Tujuan dalam PR harus berasal dari Tujuan Bisnis, yakni: Untuk menjadi pemain no.1 pasar, melalui mendominasi pasar

3. Publik/Target Sasaran

Publik / Target Audiens adalah penerima dari kegiatan komunikasi

Beberapa publik / target sasaran yang jelas dan mudah untuk mengidentifikasi, tetapi beberapa dari mereka harus ditetapkan terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan komunikasi. Identifikasi publik / target sasaran harus berdasarkan prioritas, karena kita tidak dapat berkomunikasi dengan seluruh sasaran yang relevan sekaligus pada saat yang sama.

Salah satu cara yang paling populer untuk mengidentifikasi publik / sasaran adalah model pemasaran STP (Segmenting, Targeting, Positioning). Dalam PR, kita dapat mengubah menjadi ITP (Identifying, Targeting, Prioritizing).

MPR Plan

1. Background (Executive Summary)

Suatu kondisi yang melatar belakangi suatu program, kondisi product, dan ringkasan keseluruhan rencana dan biaya.

2. Analisis situasi :

dicantumkan gambaran inti dari informasi yang diperlukan untuk mengerti masalah dan kesempatan dari segi pemasaran :

Produk: (terdapat gambaran dari produk)

Pasar Sasaran: rencana aspek demografis dan profil psikografis dari target market.

Lingkungan: kondisi pasar serta perubahannya, analisis SWOT, gambaran program promosi juga termasuk dalam kajian lingkungan ini.

3. Market Goals:

Ikthisar mengenai sasaran dan stratgei yang disiapkan oleh pihak manajmen pemasaran juga termasuk diosini dan dalam kaitan dengan program PR yang ada, juga kesetaraan antara program pemasaran dengan PR.

4. Rekomendasi MPR :

  1. Sasaran MPR :

Sasaran yang hendak dicapai disajikan dalam bentuk peningkatan komunikasi informasi, awareness dan upaya pengembangan pengaruh terhadap perilaku .

  1. Strategi MPR :

Dituangkan dalam bentuk upaya pencapaian tujuan dari MPR

  1. Rekomendasi MPR

Merupakan inti program dan taktik untuk bagaimana menunjang stratgei diatas. Ide-ide tersebut ditetapkan disini dan diperlihatkan pula bagaiman rekomendasi tersebut dapat menunjang seluruh kegiatan pemasaran

  • Pesan:

Dituangkan pesanyang mencakup semua program yang berkaitan dengan MPR dan alasan mengapa product harus dibeli oleh konsumen.

  • Media:

Rencana media plan program, harus mencakup pula upaya untuk menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi pihak pemasaran dan corporate.

  • Program :

Dalam progran dituangkan taktik yang dibutuhkan untuk menyampaikan pesan baik mengenai produk atau perusahaan agar dapat memenuhi keinginan audience/ kelompok sasaran

  • kalender kegiatan :

Secara dirinci dibuat kalender setiap kegiatan dan waktu yang diperlukan untuk persiapan, menghasilkan, implementasi atas setiap elemen dalam [rogra tersebut.

  • Anggaran :

Perlu dipikirkan jumlah anggaran yang seimbang dengan kegiatan promosi yang lain atau berkaitan dengan titik tekan kegiatan perusahaan guna dapat mencapai strategi dan sasaran pemasaran yang ada.

  1. Evaluasi :

Melakukan kegiatan penelitian dan analisis untuk mengukur keberhasilan suatu program. Analis dapat dilakukan baik secara kuantitatif maupun kualitatif dengan memperhatikan parameter yang ada. Yang perlu juga mendapat perhatian dalam evaluasi adalah keseimbangan exposure measurement dengan behavior measurement.

  1. Kesimpulan :

Dalam kesimpulan patut dicantumkan secara singkat dasar/alasan atas program MPR ayang ada serta halhal yang berkaitan dengan upaya-upaya yang ada dan semunaya disarikan secara sistematik dan mencakup bidang yang cukup luas sampai juga dengan buadaya perusahaan.

Riset Humas

Riset adalah suatu upaya sistematis dan obyektif dalam mempelajari suatu permasalahan dengan tujuan untuk menemukan jawabannya atau prinsip-prinsip umum.

Jenis-jenis riset dalam PR

Pada umunya riset dalam PR itu bertujuan untuk mengetahui sikap, opini dan persepsi publik yang bersangkutan sebagai sasaran obyek penelitian PR tersebut. Ada beberapa jenis riset yang digunakan yaitu :

a. Pengumpulan facta (fact finding)

Yaitu pengumpulan data dan infromasi yang berasa dari kepustakaan atau lembaga penelitian. Dapat juga secara langsung melalui wawancara, mengadakan angket, pengamatan, on the spot dan lainnya.

Riset Opini:

Riset ini berupaya mencari informasi mengenai : Apa yang dipikirkan oleh publik atau konsumen, jadi bukan apa yang dilakukan oleh konsumen. Bagaimana kecenderungan yang diperlihatkan oleh konsumen atau publik sebagai target sasarannya.

Riset Motivasi:

Riset ini bertujuan untuk memahami latar belakang perihal tingkah laku yang diperlihatkan seseorang seperti “ mengapa merek bertingkah laku demikian ? Mengenai riset motivasi ini, kita mengenal beberapa bentuk penelitian yaitu antara lain:

  1. 1.      Wawancara mendalam :

Teknik ini memiliki kerangka pertanyaan yang diajukan itu tidak membiarkan pihak yang diwawancara untuk menjawab dengan bebas, tnpa membatasi waktu dan pembicara

Thematic Appreciation test :

Responden diperlihatkan gambar-gambar yang dibuat standar, lalu diminta untuk menyusun suatu ceriotera mengenai foto tersebut

Projective Techniques:

Responden diperlihatkan gambar-gambar bentuk tertentu tidak jelas lalu diminta membuat deskripsi mengenai gambar tersebu

Psychodrama :

Responden diajak bermain sandiwara dan dipersilahkan memilih peran yang disukainya.

 Multiple Choice Test

Responden memilih pasangan kata-kata yang dipersiapkan sesuai tujuannya. Salah satu bentuk riset motivasi ini dikenal dengan “simantic differencial test”

SEGMENTASI DAN TARGET MARKET

Pendahuluan:

Konsumen dalam sebuah pasar memiliki banyak perbedaan. Beberapa produk untuk pria dan wanita serta anak-anak berbeda, cara berbelanja dan selera terhadap produkpun berbeda. Mereka yang dibesarkan disatu wilayah berbeda dengan wilayah yang lain. Orang tua dan anak-anak memiliki cara konsumsi yang berbeda dan setiap generasi memiliki kacamata yang berbeda dalam berkonsumsi, memandang masa depan dan menghabiskan waktu dan uangnya. Karena pasar sifatnya heterogen maka akan sulit bagi produsen untuk melayaninya. Oleh karena itu pemasar harus memilih segmen-segmen tertentu saja yang bersifat homogen dan meninggalkan pasar yang lain, inilah yang disebut sebagai segmentasi pasar. Secara definisi segmentasi adalah proses mengkotak-kotakan pasar (yang heterogen) ke dalam kelompok-kelompok “potensial customer”yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memeliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya. (Rhenald kasali).

 

Tujuan Segmentasi Pasar.

Walaupun setiap pemasar memiliki maksud yang berbedabeda dalam melakukan segmentasi pasar, segmentasi pasar mempunyai tujuan utama yang sama yaitu” melayani konsumen lebih baik dan memperbaiki posisi kompetitif perusahaan”. Disamping itu ada tujuan yang lebih sempit seperti meningkatkan penjualan, memperbaiki pangsa pasar, melakukan komunikasi dan promosi yang lebih baik.

Setidaknya ada 5 keuntungan yang dapat diperoleh dengan melakukan segmentasi pasar yaitu:

  1. Mendesain produk-produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar.
  2. Menganalisis pasar.
  3. Menemukan peluan dalam pasar.
  4. Menguasai posisi yang superior dan kompetitif
  5. Menentukan stratgei komunikasi yang efektif dan efisien.

Pilihan Segmentasi

Pemasar mempunyai banyak pilihan dalam menerapkan segmentasi. Kalau tidak ada persaingan, pemasar bisa melakukan segmentasi:

1. Undifferentiated marketing strategy, adalah strategi segmentasi yang memberlakukan keseluruhan pasar sebagai potential customer, bagi barang-barang atau jasa yang ditawarkannya. Segmentasi ini sering juga disebut mass marketing yaitu melayani seluruh segmen sebagai suatu kesatuan dengan produk yang sama.

Dalam hal ini harus diingat dua hal:

Pertama; tidak semua orang dapat menjadi prospek bagi produk anda.

Kedua; Produk yang baik harus memenuhi program segmentasi yang memadai dan tentu saja harus cukup menguntungkan.

Dalam keseharian banyak perusahaan yang menerapkan pemasaran seakan akan setiap orang berpotensi menjadi konsumennya.!!!!. Tentunya pandangan ini berbeda dengan mereka yang menargetkan pasarnya kepada mereka yang paling cocok. (the most likely prospects).

2. Diferensiasi; yaitu secara sengaja memasuki dua atau lebih segmen yang berbeda berdasarkan kebutuhankebutuhan konsumennya. Setiap segmen yang berbeda akan mendapatkan perlakuan yang berbeda. Dalam hal ini dapat dibedakan diferensiasi pasar dan diferensiasi produk.

Diferensiasi pasar adalah a segmentation strategy. Dasarnya adalah kebutuhan-kebutuhan /keinginankeinginan konsumen yang berbeda-keinginan beda dan tergantung pada market demands.

Diferensiasi produk adalah bukan a segmentation strategi. Diferensiasi produk adalah supply- side-oriented. Pembedaan dilakukan melalui merek,ukuan,warna,bau dan kemasan. Product differentiation dipergunakan pemasar untuk membedakan produknya dengan pesaing. Jadi yang dimaksud dalam hal ini adalah diferensiasi pasar.

3. Konsentrasi; konsentrasi pada satu segmen. Pemasaran yang terkonsentrasi adalah penjelmaan dari mass marketing kedalam sebuah celah yang lebih fokus.

4. Atomisasi: lawan dari konsentrasi adalah atomisasi. Dalam atomisasi pasar dipecah lagi hingga lebih detail bahkan hingga tingkat individual konsumen. Stratgei ini biasanya diterapkan oleh produsen yang membuat produk/jasa premium dan kualitas tinggi tetapi konsumen sangat sensitif terhadap pemilikan.

Syarat-Syarat Segmen yang baik :

  1. Apakah segmen itu cukup besar;
  2. Apakah ada daya belinya (willingness to purchase) ;
  3. Apakah dapat dibedakan dengan segmen lain:
  4. Apakah sudah ada pesaing lain yang menguasai segmen itu;
  5. Apakah pasar ini dapat dijangkau? Bagaimana cara menjang kaunya, adakah media yang dapat menjangkaunya secara efektif.
  6. Apakah ada sumber daya yang memadai ?

Prosedur dalam melakukan segmentasi :

  1. Kumpulkan informasi tentang produk, pesaing dan konsumen.
  2. Pelajari konsumen yang ingin dilayani dan tentukan basis segmentasi yang digunakan.
  3. Aplikasikan metodologi untuk mengidentifikasikan sejumlah segmen.
  4. Buatlah profil konsumen pada masing-masing segmen.
  5. Pilih target segmen yang paling potensial, baik, dari segi besar, daya beli, maupun kemampuan perusahaan untuk melayani.
  6. Kembangkan program-program pemasaran yang konsisten dengan segmen yang dipilih melalui program marketing mix.
  7. Lakukan evaluasi dan perbaiki program yang belum sejalan dengan kebutuhan segmen.

Pendekatan-Pendekatan Segmentasi.

A. DEMOGRAFI

Segmentasi berdasarkan demografi pada dasarnya adalah segmentasi yang didasarkan oleh peta kependudukan. Usia, jenis kelamin atau gender, besarnya anggota keluarga,famili life cycle, pendidikan, pekerjaan, tingkat penghasilan, agama, suku dan sebagainya adalah variabel-variabel demografi yang penting. Kadang-kadang jangkauan pasar geografipun dianggap bagian demografi sekaligus melahirkan istilah geo-demografi sebagai makna demografi. Variabel-variabel ini akan menentukan besarnya pasar, potensi daya beli, dan perubahan-perubahan yang terjadi dipasar.

Usia; biasanya dibedakan menurut usia anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Ataupun berdasarkan interval umur tertentu sesuai kepentingan pemasar. Gender: tidak semua produk dapat dibedakan menurut segmen ini. Makanan misalnya jarang dibedakan menurut gender.tetapi produk produk yang berhubungan dengan gaya hidup seperti pakaian, rokok,kendaraan,sepatu,alat rumah tangga umum menggunakan segmen ini

Ukuran keluarga: segmentasi ini dilakukan dengan membedakan pasar menurut besarnya anggota keluarga. Family Life Cycle: disini konsumen dibagi-bagi menurut tahapan yang dicpai seseorang dalam life cycle keluarganya. Daur hidup berkembang dari belum menikah, baru menikah tetapi belum punya anak, menikah dengan anak-anak usia balita, menikah dengan anak-anak meningkat dewasa, tua dengan anak-anak yang sudah dewasa dan mandiri, dan keluarga kepompong (yang telah ditinggalkan anak-anak). Pekerjaan; Konsumen yang memiliki jenis pekerjaan tertentu umumnya mengkonsumsi barang-barang tertentu yang berbeda dengan jenis pekerjaan lainnya. Pendidikan: pendidikan yang berhasil diselesaikan konsumen biasanya menentukan pendapatan dan kelas social seseorang. Pendidikan juga menentukan tingkat intelektualitas seseorang, pada gilirannya intelektualitas ini akan menentukan pilihan barang-barang, merek, jenis hiburan dan sebagainya.

Pendapatan: produk yang dibeli biasanya erat hubungannya dengan penghasilan yang dimiliki rumah tangga orang tersebut. Kita dapat menentukan apakah ingin memasarkan produk untuk kalangan berpenghasilan tinggi, menengah, atau bawah. Kelas sosial: James Duessenberry menemukan hubungan antara penghasilan, kelas sosial dan konsumsi. Temuan ini kemudian dikenal dengan Relative Income hyphothesis artinya pilihan konsumsi seseorang bersifat relatif terhadap penghasilan dan kelas sosialnya dalam masyarakat.

Lloyd Warner membagi pasar ke dalam enam kelas sosial yaitu; (Karakteristik Indonesia)

Kelas A+ ( atas-atas) penghasilan perbulan > Rp. 8 jt

Kelas A ( atas-bawah)……………………..Rp. 6-8 jt

Kelas B+ ( menengah-atas)………………….Rp. 4-6 jt

Kelas B (menengah-bawah)……………….Rp. 0.7 -0.4 jt.

Kelas C+ (bawah_atas)……………………..Rp. 0.3 – 0.7 jt

Kelas C ( bawah_bawah)………………….< Rp. 0.3 jt.

Kombinasi antara income dan kelas dalam kelompok pekerjaan dapat juga dibagi dalam segmen sebagai berikut :

  • A = Upper class
  • B = Higher professional
  • C1= lower professional
  • C2=Skilled non profesional
  • D= manual worker, unskilled labour
  • E= Pensioner, low waged, unemployed

Agama: Segmentasi agama di Indonesia telah digunakan untuk memasarkan makanan, minuman dan pakaian. Segmentasi agama tentu tidak dapat dilakukan terhadap setiap jenis produk. Segmentasi cara ini umumnya sangat sensitive dan perlu keseriusan dalam menjalin hubungan dengan konsumennya.

Suku dan Kebangsaan: produsen dapat melakukan segmentasi berdasarkan suku atau kebangsaan konsumennya sepanjang memiliki perbedaan yang mencolok dalam hal kebiasaan dan kebutuhannya bila dibandingkan dengan suku-suku lainnya. Selain itu tentu saja segmennya harus cukup besar, potensial dan memiliki daya beli yang tinggi.

B. GAYA HIDUP

Dalam segmentasi pasar, gaya hidup dapat digunakan untuk mengkelompokan konsumen kedalam segmen-segmen yang homogen . Dengan mengenali siapa mereka, professional pemasaran dapat memahami apa yang ada di kepala mereka masing-masing konsumen. Dalam segmentasi demografi kita

Mempelajari “siapa mereka” maka dalam segmentasi psikografis kita ingin tahu “apa yang ada dikepala mereka”. Dalam segmentasi psikografi perilaku kosnumendi observasi melalui gaya hidup, nilai-nilai kehidupan yang dianut dan kepribadiannya.

Gaya hidup pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya. (Rhenald kasali).

Gaya hidup mempengaruhi prilaku seseorang dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan konsumsi seseorang. Para peneliti pasar yang menganut pendekatan gaya hidup cenderung mengklasifikasikan konsumen berdasarkan variabel-variabel AIO yaitu activitas, interest, dan opinion (pandangan-pandangan).

Psikografi Indonesia:

PT. Surindo Utama ( Biro riset swasta), berdasarkan analisa faktor menemukan tiga kelompok besar;

  1. Pleasure – Achievement faktor: pada dasarnya menjelaskan tingkat atau kualitas upaya atau kerja keras seseorang untuk mencapai sesuatu. Kata pleasureyang berarti bersenang-senang menunjukan bahwa individu tersebut memberikan kontribusi yang minimal atau santai meraih sesuatu.
  2. Follower – commander faktor : menunjukan seberapa jauh peranan seseorang dalam kelompoknya. Follower adalah sikap yang cenderung mengikuti arus, kurang kurang berani mengambil resiko. Sebaliknya commander adalah suatu sikap seorang pemimpin yang berani mengambil sikap, resiko dan mempengaruhi orang lain.
  3. Low profile – high profile faktor; menunjukan seberapa jauh seseorang mempunyai keinginan untuk mencari perhatian . Low profile cenderung berkarakter tidak mau menonjolkan diri dan kurang terbuka terhadap perubahaan dan high profile sebaliknya.

Berdasarkan faktor itu ditemukan 8 segmen untuk prilaku gaya hidup masyarakat perkotaan indonesia :

  1. The Affluent adalah pekerja keras, memiliki ras percaya diri yang kuat, menyukai inovasi, proaktif, berani mengambil resiko, cenderung terbuka terhadap perubahan.
  2. The Achievers sama memiliki siaft memimpin seperti affluent hanya saja ia cenderungtidak suka diperhatikan orang lain.mereka megkonsumsi barang-narang secara fungsional. Pengambilan keputusan berdasarkan hal rasional. Meski begitu ia tidak terlalu mudah menerima gagasan baru.
  3. The Anxius ; segmen ini mempunyai sikap sebagi follower, tetapi ambisus. Memiliki percaya diri yang kuat dalam mengambil keputusan, dan senang menjukan prestasinyatetapi tidak memiliki banyak keberanian, memerlukan dorongan orang lain, mudah dibujuk dengan hal-hal yang bersifat rasional.
  4. The Loners. Segmen ini terdiri dari mereka yang senang menyendiri dan kurang berani tampil. Cenderung individualistic dan kurang tertarik berafiliasi.
  5. The Socialite; segmen yang senang bergaul, bersosialisasi, tetapi mereka juga pengambil resiko yang berani biarpun dasar rasionalnya kurang kuat. Segmen ini sering menguasai orang lain dan senang menonjol. Mereka reaktif terhadap perubahan dan cenderung bersifat impulsif
  6. 6.The Pusher; ini adalah segmen orang yang tidak ingin diperhatikan tetapi ingin mendominasi segala sesuatu tanpa arah yang jelas. Mereka tidak memiliki objektive yang jelas untuk meraih sesuatu tetapi senag mengontrol orang lain. Segmen ini tidak mudah menerima perubahan.
  7. The Attentions seeker; orang-orang ini cenderung ingin menarik perhatian. Mereka senang membeli barang-barang baru untuk menarik perhatian orang lain, impulsif dan seringkali irasional. Mereka cenderung mudah dibujuk dan follwer.
  8. Pleasure seeker; yaitu suatu segmen yang ingin mencapai sesuatu tanpa kerja keras, individualistik, kurang sosialisasi, tetapi tekun mengikuti trend, memiliki prinsip yang goyah, meski begitu segmen ini tidak menghendaki terjadinya perubahanperubahan.

Sedangkan Susianto dengan menggunakan rumusan AIO, menemukan 6 kelompok gaya hidup remaja di Indonesia, yaitu :

  1. Hura-hura, adalah kelompok yang menyukai kegiatan hura-hura dalam arti tidak serius dalam terlibat pada suatu hal. Sebagian besaradalah pria yang senang pada keramaian kota.
  2. Hedonis ; segmen yang mengarahkan aktivitasnya untuk menacri kenikmatan hidup. Mereka main diluar rumah dan membeli barangbarang barang mahal untuk memenuhi kesengannya.
  3. Rumahan; remaja yang senang menghabiskan waktunya dirumah dan kurang bergaul. Berorientasi keluarga dan agak perhitungan dalam menghabiskan uang sakunya.
  4. Kebanyakan; tipe umum, mereka agak berhati-hati dalam mengambil keputusan/berperilaku, cenderung konformis dan kurang nberani menjadi inspirator.
  5. Sportif ; adalah remaja yang senag berolahraga dan menacapi prestasi dalam olah raga. Biasanya mereka bukan pesolek dan terbuka terhadap situasi.
  6. Orang untuk orang lain ; kelompok yang peka terhadap kebutuhan orang lain,dapat diandalkan dan bersikap sosial, produktif dan menguatamakan kebersamaan dalam keluarga.

Psikografi International:

Lima segmen global yang disebut Target Scan, segmen psikografis itu adalah:

  1. Strivers (pekerja keras). Umumnya orang muda, sibuk dan hidup dibawah tekanan waktu. Mereka bekerja keras untuk mencapai tujuan hidup yang tinggi, kadang tidak terpenuhi, selalu meras kekurangan waktu, uang dan energi. Mereka materialistis, pencari kenikmatan dan menginginkan imbalan yang instan. Selling point untuk segmen ini : convenience.
  2. Achievers (pemburu sukses)cenderung lebih tua dari strivers. Mereka hidup sejahtera, agak sombong, merekalah pemimpin opini, style setter yang mempertajam gaya hidup suatu bangsa. Sangat nsadar kelas dan kualitas, mereka yang megkomando gaya hidup makanan, rekreasi dan pakaian.
  3. Pressured ; (orang-orang tertekan) ini adalah kelompok yang menerima penghasilan tetap mempunyai beban tanggung jawab keluarga yang besar. Secara fisik dan emosi cukup memprihatikan dan tidak memiliki kesempatan menikmati hidup.
  4. Adapters (pencocok), orang di egmen ini selalu merasa cocok dengan lingkungannya. Mereka tidak mudah mengeluh karena selalu menyesuaikan diri dengan perubahan, bersikap terbuka, dan tidak mudah terkejut.
  5. Traditionals , segmen ini terdiri dari orang-orang yang cenderung mempertahankan nilai-nilai lama . Mereka enggan menerima hal yang baru, dan menyukai produk-produk lama yang sudah dikenalnya. Mereka terdiri dari kaum konservatif dan terikat dengan masa lalu.

C. GEOGRAFIS:

Segmentasi mengharuskan pembagian pasar menjadi unti-unit geografis yang berbeda-beda, seperti negara, negara bagian, wilayah, propinsi, kota atau lingkungan rumah tangga. Perusahaan dapat memutuskanuntuk beroperasi dalam satu atau sedikit wilyah geografis atau beroperasi dalam seluru wilayah tetapi memberikan perhatian pada variasi lokal.

D. BEHAVIOR (PERILAKU)

Dalam segmentasi perilaku pembeli dibagi menjadi kelompokkelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, pemakaian atau tanggapan mereka terhadap suatu produk.

1. Kejadian; pembeli dapat dibedakam menurut kejadian saat mereka mengembangkan kebutuhan, membeli suatu produk atau memakai suatu produk. Co. perusahaan udara yang mengkhususkan dirinya pada orang-orang yang didominasi oleh suatu kejadian misalnya liburan hari raya.

Status pemakai : pasar dapat disegmentasi menjadi kelompok non pemakai, bekas pemakai, pemakai potensial, pemakai pertama kali, dan pemakai tetap suatu produk. Tingkat pemakaian: Pasar dapat disegmentasi menjadi kelompok pemakai produk yang ringan, sedang atau berat. Pemakai berat sering merupakan prosentase kecil dari pasar tetapi merupakan persentase tinggi dalam konsumsi total. Status kesetiaan ; suatu pasar dapat disegmentasi menurut pola kesetiaan konsumen. Pembeli dapat dibagi menjadi empat kelompok menurut status kesetiaan mereka:

Sangat setia: konsumen membeli satu merek sepanjang waktu. Kesetian yang terbagi; konsumen setia pada dua atau tiga merek Kesetiaan yang berpindah: konsumen yang suka berpindah merek Berganti-ganti : konsumen yang tidak memiliki kesetiaan pada merek apapun.

Tahap kesiapan membeli : pasar terdiri dari orang-orang dengan tahap kesiapan yang berbeda-beda untuk membeli suatu produk. Beberapa orang tidak menyadari keberadaan suatu produk; beberapa orang menyadarinya; beberapa orang memiliki informasi tentang produk; beberapa orang tertarik pada produk; beberapa orang menginginkan produk tersebut; beberapa orang bermaksud untuk membeli produk. Jumlah relatifnya membuat perbedaan besar dalam merancang program pemasaran.

MEMILIH TARGET PASAR.

Tahap selanjutnya dari segmentasi adalah menetapkan targeting atau menetapkan target pasar. Target pasar adalah satu atau beberapa segmen pasar yang akan menjadi fokus kegiatankegiatan pemasaran. Kreteria memilih pasar sasaran yang optimal: Ada empat kreteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pasar sasaran yang optimal, antara lain;

  1. Responsif ; pasar sasaran harus responsif terhadap produk dan program-program pemasaran yang dikembangkan.
  2. Potensi penjualan : potensi penjualan harus cukup luas.semakin besar pasar sasaran semakin besar nilainya . Besarnya bukan hanya ditentukan oleh populasi tetapi juaga daya beli dan keinginan pasar untuk memiliki produk tersebut.
  3. Pertumbuhan memadai;
  4. Jangkauan media : pasar saran dapat dicapai dengan optimal kalau pemasar tepat memilih media untuk mempromosikan produknya.

Jenis-Jenis Pasar Sasaran :

1. Pasar sasaran jangka pendek dan masa depan.

Pasar sasaran jangka pendek adalah pasar yang ditekuni saat ini yang akan direncanakan dijangkau dalam waktu dekat. Pasar sasaran masa depan adalah pasar tiga atau lima tahun kedepan. Ingatlah segmentasi pasar adalah dinamis yang berubah-ubah dari waktu ke waktu.

2. Pasar Sasaran primer dan Pasar Sekunder

Pasar primer adalah sasaran utama produk yang dipasarkan. Mereka terdiri dari konsumen-konsumen yang sangat penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Umumnya target primer adalah pemakai fanatik, adakalanya target primer adalah para penyalur yang meguasai sebagian besar peredaran produk. Pasar sekunder adalah pasar yang terdiri dari konsumen yang sering dianggap tidak penting tapi jumlahnya cukup besar. Tapi pasar ini tidak bisa diabaikan begitu saja karena beberapa alasan :

  1. Konsumen memerlukan waktu untuk mengkonsumsi lebih banyak.
  2. Konsumen mengkonsumsi sedikit tetapi memiliki indeks konsentrasi yang cukup tinggi.
  3. Merupakan subset dari pasar sasaran primer
  4. Influencer : konsumen yang rela mempengaruhi orang lain untuk mengkonsumsi produk ini.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pemilihan Strategi Pasar sasaran.

Faktor-faktor ini bisa dari luar atau dari dalam perusahaan diantaranya :

  1. Tahap dalam Product life Cycle: pasar sasaran hendaknya ditinjau kembali jika produk melewati masa-masa daur hidupnya. Ada kalanya pada tahap perkenalan perusahaan menggunakan strategi pasar yang tidak diferensiasi namun pada saat maturity perusahaan melakukan diferensiasi pasar.
  2. Keinginan konsumen dalam keseluruhan pasar; semakin kompleks struktur pasar maka semakin mungkin untuk melakukan diferensiasi.
  3. Potensi dalam pasar; posisi perusahaan/produk anda relative terhadap pesaing menentukan stratgei sasaran anda. Jika pangsa pasar produk rendah maka produk harus bersaing dalam pasar dimana produk memiliki keunggulan kompetitif yang terbaik atau dengan kata lain pesaing kurang tertarik melawan produk ini
  4. Struktur dan Intensitas Kompetisi ; ketika suatu pasar dikerubuti oleh demikian banyak peminat, maka pemasaran harus memilih pasar sasarannya secara selektif.
  5. Sumber Daya ; sumber daya yang dimiliki perusahaan menentukan pemilihan pasar sasaran. Semakin besar sumber daya yang dimiliki semakin mungkin bagi perusahaan memasuki berbagai segmen sekaligus.
  6. Skala Ekonomis ; Skala ekonomis produksi menentukan perusahaan untuk memilih pasar sasaran. kapasitas mesin dan organisasi yang besar akan mendorong perusahaan memperluas produknya kedalam pasar-pasar sasaran baru. Demikian juga bila terjadi sebaliknya mereka akan cenderung membatasi jumlah pasar sasarannya.

Contoh: Perumusan target Audience Produk motor cycle merek X (nama produk)

Demografic:

  • Male, age group 17-25 th year old
  • Social economic status : B,C
  • Urban & sub Urban Area

Psychographic:

  • High school, University/Collage studen, fresh graduate, earlyworker, worker.
  • Smart, young at heart, trendy and dynamic
  • Single
  • Still likes to feel that he’s racer, likes to race sometimes with friends.
  • Aspire to be racing type.

MPR TAKTIK

Dalam rencana MPR juga perlu dituangkan kegiatankegiatan yang berkaitan dengan taktik yang merupakan pelaksanaan dari strategi yang ada beserta anggarannya. Taktik yang sering digunakan dalam MPR menurut Thomas L Harris adalah:

  1. Awards (Penghargaan)
  2. Books ( buku)
  3. Contest, competition, and created events
  4. Demontrations ;
  5. Exhibits :
  6. Fan club ;
  7. Festival :
  8. Grand opening :
  9. Hotlines :
  10. Interviews :
  11. Junkets (perjalanan kerja) :
  12. Key Issues :
  13. Luncheons ( makan siang) :
  14. Meeting :
  15. Newsletter :
  16. Official endorsements :
  17. Product placement :
  18. Public service announcements
  19. Questionnaires :
  20. Radio contest:
  21. Road shows :
  22. Sampling of product ;
  23. Symbols ;
  24. Tours :
  25. Vehicles ;
  26. Video news releases :
  27. Expert coloumns :
  28. Youth Program :

CYBER MARKETING PUBLIC RELATION

Cyber Public relations disingkat E-PR adalah inisiatif PR atau public relation yang menggunakan internet sebagai sarana publisitasnya.

E-PR dapat diartikan sabagai berikut :

E adalah electronic.”e” didalam E-PR sama halnya dengan “e” sebelum kata mail atau commerce yang mengacu pada media elektronik internet. P adalah public dan R adalah relations.

Internet adalah saran yang ampuh untuk melakukan one-to one relations yang dapat dibangun secara simultan karena sifatnya yang interaktif. Hal ini berarti internet akan menjadi alat ampuh bagi sebuah dunia bisnis.

Manfaat Media Internet bagi pelaku PR

  1. 1.Komunikasi konstan :
  2. 2.Respon yang cepat ;
  3. 3.Pasar global ;
  4. 4.Interaktif ;
  5. 5.Komunikasi dua arah
  6. 6.Hemat ;

E-PR mendukung offline PR dan Departemen Pemasaran Sebagai tim. Offline PR dan departemen pemasaran dapat menghasilkan 3 R bagi suatu perusahaan yaitu :

  1. Relations :
  2. Reputasi ;
  3. Relevansi ;

Fokus Utama E-PR

Fokus uatam E_Pr adalah membidik media on line. Misalnya media berita tradisional yang juga memiliki situs online tersohor dan publikasi berorientasi web. Fokus lain E-PR adalah agar produk atau bisnis perusahaan disebutkan dibagian artikel editorial yang ada di situs web atau ezine lain yang terkenal.

E-PR dan Newsgroups

Newsgroups dibuat sebagi sarana kumpul-kumpul online untuk bertukar informasi atas suatu minat tertentu dan membentuk suatu komunitas atas dasar minat tersebut. Setiap pengunjung newsgroup tersebut dapat memilih jenis komunitas tertentu berdasarkan topik dan minat masingmasing

Manfaat newsgroups bagi E_PR:

  1. Menjangkau calon pelanggan yang prospektif.
  2. Dapat berkomunikasi dan memupuk hubungan positif dengan publik.
  3. Riset pasar.
  4. Membangun reputasi ;
  5. Traffic meningkat :

 

E­_PR dan Milis:

Milis adalah istilah singkatan dari mail list artinya daftar alamat email. Memiliki milis akan mempercepat pengiriman infromasi kepada sekumpulan orang.

Berikut beberapa hal yang harus diingat jika bergabung sebagai anggota milis:

  1. Pastikan pesan sesuai dengan pokok yang sedangdibicarakan.
  2. Harus menjadi kontributor ide yang baik sebelum akhirnya pesan-pesan komersial kita ditanggapi dengan baik.
  3. Promosi dalam bentuk advertorial akan lebih disukai daripada yang terus terang.
  4. Advertorial ini akan lebih dihargai apabila kita bertindak sebagai orang ketiga dan bukan pemilik dari promosi tersebut.
  5. Periksa dan evaluasi milis mana yang mendatangkan lebih banyak respon dan kunjungan ke situs web serta mendatangkan hasil yang diharapkan.
  6. Pesan email harus berisi desakan atau dorongan agar mereka bertindak berdasarkan apa yang kita inginkan tanpa terkesan menggurui.

E_PR dan Publikasi Online:

Mempublikasikan newsletter eletronik (ezine) sendiri dapat meningkatkan keharuman reputasi perusahaan. Ezine atau majalah elektronik adalah versi online suatu majalah. Ezine sarat akan informasi artikel dan solusi. Banyak ezine juga menampilkan sponsor promosi. Beberapa ezine berbasis web dan email, yang paling populer adalah dikirim melalui email.

Publikasi online merupakan salah satu strategi E_PR yang dimanfaatkan dengan berbagai cara sekaligus untuk meningkatkan traffic ke situs web korporat. Jadi dengan menjalankan E_PR kita dapat :

  1. Langsung memasang iklan di ezine tertentu.
  2. Menulis artikel advertorial
  3. Mengirimkan press release
  4. Membangun dan mengembangkan ezine korporat sendiri.

E_PR dan Iklan On line

Sejumlah keuntungan dalam membangun dan mempertahankan publisitas lewat sponsor di media on line

  1. respon dari suatu iklan on line dapat dengan mudah diukur bahkan hanya dalam satu hari dengan menganalisi traffic web
  2. Banyak informasi yang dapat diberikan dapat melebihi jumlah informasi yang dapat diberikan dari suatu kampanye iklan tradisional
  3. Biaya untuk menjalankan kampanye iklan on line lebih terjangkau dibandingkan lewat media tradisional:

Banyak direktur media online atau periklanan online setuju bahwa iklan yang ditaruh di suatu newsletter elektronik merupakan salah satu bentuk iklan online yang saat ini paling efektif. Karena setiap perusahaan yang sudah memiliki email dapat menjadi sasaran publisitas kampanye

E_PR perusahaan kita.

Megingat enzine juga merupakan email maka sangat disarankan memilih ezine yang tepat dan disukai oleh target publik yang pas untuk industri/produk kita. Ada beberapa kesalahan yang harus dihindari dalam menjadi sponsor suatu enzine yaitu :

  1. Tanpa Riset yang baik
  2. Cuma sekali-sekali saja
  3. Desain dan stratgei format yang kurang efektif
  4. Penulisan yang kurang mengigit
  5. Link yang tidak berfungsi.

PEMASARAN DAN CITRA MEREK KORPORAT

Produk dan Merek

Aktivitas pemasaran didominasi oleh pemasaran merek produk, sementara pemasaran merek korporat belum ditangani secara cermat.

Produk adalah sesuatu yang dibuat dipabrik, Sementara merek adalah sesuatu yang dibeli konsumen, tetapi memiliki identitas khusus. Produk bisa dijiplak pihak lain atau pesaing, sementara merek memiliki keunikan, identitas dan ekuitas.

Merek korporate bukan sekedar nama, logo atau tampiln visual perusahaan. Merek korporat memancankan nilai-nilai dasar perusahaan karena merupakan cara baru melihat organisasi dengan sejarahnya, filosofi, budaya, reputasi,strategi dan orang-orang didalamnya.

Merek korporat mencerminkan ikatan antara perusahaan dengan konsumen, karyawan,investor,kalangan media, dan semua pihak terkait untuk memupuk rasa saling percaya, hubungan yang lebih erat dan pemahaman yang mendalam.

Merek korporat memiliki kekhasan tersendiri. Paling tidak ada tiga atribut yang membuatnya berbeda yaitu:

  1. Sifat tak berwujud (intangibility)
  2. Kompleksitas
  3. Tanggung jawab sosial yang melekat.

Model Merek Korporat

Nicholas Ind. menyuguhkan model merek korporat yang dikembangkan dari model R. Abatt mengenai proses corporate image management. Model Nicholas Ind. Membagi model komunikasi merek korporat menjadi empat elemen yaitu identitas korporat, strategi komunikasi pemasaran, pandangan karyawan terhadap identitas korporat serta keberadaan produk dan jasa. Keempat elemen itu dapat memancarkan citra korporat kepada khalayak atau pihak-pihak terkait.

MODEL KOMUNIKASI MEREK KORPORAT

Strategi Komunikasi

Strategi komunikasi merek korporat baik untuk kalangan internal dan eksternal, perlu didasari pada tiga prinsip yaitu

  1. Konsistensi dan kesinambungan
  2. Keunikan
  3. Pesan yang secara terfokus menyampaikan ide tunggal (single minde).

Strategi kampanye merek korporat yang jitu semakin dibutuhkan mengingat gencarnya aksi pengambilalihan, aliansi maupun mager yang dilakukan oleh perusahaan. Dalam situasi seperti ini nilai finansial merek korporat benar-benar teruji di bursa saham atau ketika negosiasi apakah betul-betul memiliki reputasi tinggi sebagai asset yang berharga atau sekedar nama yang kurang laku dijual.

Rekapitalisasi Reputasi dan Citra Korporat

Membangun reputasi korporat bukanlah hal yang mudah. Memulihkan citra atau reputasi perusahaan haruslah terlebih dahulu menelusuri akar persoalannya dan memilah milah aspek yang perlu dibenahi. Charles J. Fombrun, memberikan ide menarik yang bisa dipakai sebagai kerangka pemulihan reputasi perusahaan(korporat). Fomburn menguraikan tiga titik penting yaitu ;

  1. Identitas korporat,
  2. Citra korporat,
  3. Reputasi korporat.

DARI IDENTITAS MENUJU REPUTASI

 

Dari reputasi yang terbentuk ada empat sisi reputasi korporat yang perlu ditangani secara cermat yaitu :

  1. Credibilitas (Kredibilitas dimata investor)
  2. Trustworthiness (Karyawan terpercaya)
  3. Reliability (Keterandalan dimata konsumen)
  4. Responsibility (tanggung jawab sosial kepada masyarakat)

 

EMPAT SISI REPUTASI KORPORAT

Enam Kunci Kampanye Citra Korporat

Untuk jangka panjang perusahaan perlu merancang kampanye citra dalam menunjang citra korporat. Untuk mencapai satu tujuan misi yaitu;

  1. Memperkenalkan perusahaan atau produk kepada publik agar mereka menerima kehadirannya serta memantapkan posisi pasar.
  2. Memosiskan kembali atau melakukan redifinisi perusahaan setelah merger, pengambilalihan, akuisisi, aliansi atau ganti nama.
  3. Mendukung pemasaran produk melalui publikasi positif ke pasar sasaran.
  4. Mempengaruhi persepsi serta meyakinkan pasa pemegang saham dan masayarakat finansial (bursa)
  5. Menyelamatkan dan membela posisi perusahaan dari isu aau rumor dan persoalan yang muncul. (advokasi)
  6. Menarik minat calon karyawan, mempertahankan minat karyawan dan menjalin hubungan dengan masyarakat sekitarnya.

Untuk mencapai misi tersebut James R. Gregory menawarkan enam kunci sukses kampanye citra yaitu :

  1. Persepsi adalah segalanya :
  2. Arahan yang jelas dari pimpinan puncak mengenai kampanye citra.
  3. Kenali diri sendiri terlebih dahulu
  4. Fokuskan perhatian kepada khalayak yang jelas
  5. Kreativitas pesan kampanye
  6. Konsistensi tema kampanye dan pemunculannya di media.

SOCIAL MARKETING DAN PELAYANAN PRIMA

Konsep dan strategi social marketing dapat diartikan sebagai : Pengguna prinsip-prinsip dan teknik pemasaran untuk penyampaian ide dan perilaku masyarakat tertentu. Menurut Philip Kotler dan Zaltman, social marketing adalah suatu penerapan dari konsep pemasaran pada aktivitas non komersial yang berhubungan dengan kepedulian kemasyarakatan, kesejahteraan rakyat dan pelayanan sosial.

Dapat dikemukakan bahwa sosial marketing berkaitan erat dengan aktivitas-aktivitas program pembangunan kesejahteraan masyarakat, kepemerintahan, aktivitas lembaga sosial pemerintah atau pihak swasta non komersial dsb.

Contohnya adalah ‘program perbaikan gizi masyarakat, maka social marketing tidak hanya melakukan kampanye PR tentang penegrtian masyarakat mengenai bergunanya suatu suatu pemahaman dan pengetahuan mengenai peningkatan gizi makanan baik dan sehat untuk menunjang kesehatan masyarakat pada umumnya dan termasuk pihak keluarga khususnya.

Contohnya adalah ‘program perbaikan gizi masyarakat, maka social marketing tidak hanya melakukan kampanye PR tentang penegrtian masyarakat mengenai bergunanya suatu suatu pemahaman dan pengetahuan mengenai peningkatan gizi makanan baik dan sehat untuk menunjang kesehatan masyarakat pada umumnya dan termasuk pihak keluarga khususnya.

Tetapi lebih jauh dari itu seorang PRO harus mampu membuat ‘strategi’ untuk mengubah pola kehidupan dan kebiasaan mengkonsumsi makanan sehari-hari. Startegi komunikasi penyampaian pesan dalam Social Marketing dapat dilakukan dengan mengadakan kombinasi pendekatan tradisional dalam suatu kerangka strategi dari manajemen humas.

Strategi Manajemen humas yang dipakai adalah :

  1. Perencanaan (plannning)
  2. Pelaksanaan kegiatan (action planning)
  3. Komunikasi (communication) Yang terintegrasi dengan memanfaatkan ‘teknologi komunikasi canggih’ an dipadukan dengan ‘keahlian pemasaran program kemasyarakatan.

Elemen-elemen kampanye PR adalah:

  1. Cause, yaitu sasaran sosial yang dipercaya oleh agen perubahan akan dapat memberikan jawaban terhadap suatu masalah sosial.
  2. Change agent, yaitu individu yang mencoba mengadakan suatu perubahan sosial dengan melancarkan suatu kampanye perubahan sosial.
  3. Target adopters, yaitu kelompok mayarakat yang menjadi sasaran dari target sosial marketing.
  4. channels, saluran komunikasi sebagai media yang digunakan untuk mempengaruhi opini, pandangan dan nilai-nilai dari kelompok sasaran.
  5. Change strategy yaitu startegi, petunjuk yang digunakan pihak agen-agen perubahan sosial untuk menghasilkan suatu perubahan sikap dan tingkah laku dari target sasaran tersebut.

Produk sosial, yang dilaksanakan dalam program of social marketing berkaitan dengan :

1. ide sosial

  • berhubungan dengan nilai-nilai
  • kepercayaan
  • sikap (attitute)
2. Praktek social yang berhubungan dengan sikap tindak dan mentalnya (act & behavior)

3.   Obyek nyata (tangible object)

Unsur utama yang harus diperhatikan dalam merancang strategi PR Campaign dalam pemasaran yang berkaitan dengan suatu ide sosial dan produkmerancang produkproduk sosial lainnya yang dapat menentukan kelompok masyarakat yang menjadi target sasaran adalah :

  1. Karakteristik sosio demografi
  2. Profil psikologis
  3. Karakteristik perilaku masyarakat

2. Konsep pemasaran kemasyarakatan

Konsep muktakhir dalam sosial MPR yang menyatakanbahwa tugas organisasi atau perusahaan yang memadukan konsep-konsep pemasaran murni ke dalam bentuk falsafah perusahaan serta kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dan nilai-nilai kemasyarakat. Keberhasilan dalam kampanye social marketing tergantung pada kelompok dalam upaya menunjang aktivitas tersebut antara lain :

  • permission-granting groups
  • Support groups
  • Opposition groups
  • Evaluation groups

3. Tahapan manajemen sosial marketing :

  1. Defining the product & marketing
  2. Designing the product & market fit
  3. Delivering the product & market fit

untuk memicu untuk memotivasi dan mengadopsikan kepada target adopternya dengan cara :

  • the delivering personnel
  • the delivery presentation
  • the defendning of product & market.

Proses manajemen sosial marketing

  1. Menganalisa & audit lingkungan sosial marketing
  2. Merancang & analisa populasi target adopter
  3. Merancang startegy of social marketing
  4. Perencanaan program social marketing.

Pelayanan Prima

Pengertian dari service of excellence adalah yang berkaitan dengan jasa pelayanan yang dilaksanakan oleh perusahaan dalam upaya untuk memberikan rasa kepuasan dan menumbukan kepercayaan terhadap pihak pelanggan.Sedangkan konsumen tersebut mrasa dirinya dipentingkan atau diperhatikan dengan baik dan wajar.

Fungsi Service of excellent:

Adalah bagaimana upaya meningkatkan kemampuan personil perusahaan yang bersangkutan agar dapat menumbuhkan dedikasi dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada pihak pelanggan sehingga diharapkan mampu mempertahankan loyalitas konsumen kepada perusahaan

Faktor-faktor yang harus menjadi perhatian bagi seorang Public Relations marketing dalam hal memberikan pelayanan yang unggil antara lain :

  1. Menghargai kepntingan dan kebutuhan konsumen.
  2. Menjaga sopan-santun dalam berkomunikasi.
  3. Selalu bersikap bijaksana dan bekerja secara profesional, cepat dan efisien serta saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, diandalkan dan dipercaya.
  4. Tetap menjaga rahasia pribadi pihak konsumen.

Disamping itu terdapat faktor penunjang atas keberhasilan atau tidaknya seorang praktisi PR dalam mendorong bidang customer reltions untuk memberikan pelayanan unggul yaitu:

  1. Percaya diri :
  2. Disiplin tinggi;
  3. Rasa memiliki dan loyalitas;
  4. Sikap dan Penampilan diri;
  5. Dedikasi;
  6. Komunikatif ;
  7. Customer Realtions and service of excellent.
  8. Willing to Coorporate.

Menangani keluhan pelanggan;

Seorang PR marketing harus tahu segala kebutuhan pelanggan agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik. Dan tahap berikutnya adalah bagaimana kita untuk menghadapi keluhan dari pihak pelanggan :

  1. Hadapilah keluhan dengan sikap respect.
  2. Pihak customer relations jangan terbawa emosi pelanggan dan pertahankan suasan tetap calm down.
  3. Mendengarkan dengan penuh perhatian akan keluhan
  4. Jangan memotong dan memonopoli pembicaraan
  5. Hindarkanlah argumentasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.
  6. Berikan penghargaan atas keluhan yang disampaikan
  7. Berikan rasa simpati
  8. Tawarkan jalan keluar yng terbaik.

Tujuan dari srvice of excellence yang dlakukan oleh praktisi PR adalah menciptakan image bagi perusahaan dan disamping tujuan lainnya yaitu :

  1. Mendorong customer untuk kembali
  2. Menciptakan hubungan saling percaya, melalui sikap
  • Terbuka ;
  • Thanks ;
  • Let them talk :
  • Meminta ijin jika akan mengajukan pertanyaan;

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s