ETIKA PROFESI PUBLIC RELATIONS

FILSAFAT ETIKA

A.     PENGERTIAN FILSAFAT

=====================================================

Filsafat berasal dari bahasa Yunani “Philosofi”, yaitu Philo atau Philien dan sophie

  • Philo, berarti Cinta
  • Sophie, berarti kebenaran

Pengertian Filsafat dari beberapa ahli

  1. Menurut Filosuf Yunani Plato, Filsafat adalah : Ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli
  2. Aristoteles, Filsafat adalah: Ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran dan berisikan ilme metafisika, logika, retorika, ETIKA, ekonomi, politik dan estetika.
  3. Menurut Louis O. Kattsoff, ada beberapa butir pengertian dalam fisika yaitu
  • Harus merupakan sesuatu yang konseptual
  • Pemikiran filsafat merupakan pemikiran yang rasional
  • Sistem filsafat harus bersifat koheren/runtut
  • Adanya saling hubungan antara antara jawaban dan kefilsafatan
  • Merupakan suatu pandangan dunia
  • Suatu definisi pendahuluan

B.      CABANG-CABANG FILSAFAT

Menurut Louis O. Kattsoff, menggolongkan filsafat kedalam 13 cabang ilmu pengetahuan:

  • Logika
  • Metodologi
  • Metafisika
  • Ontologi
  • Kosmologi
  • Epistemologi
  • Biologi kefilsafatan
  • Psikologi kefilsafatan
  • Antrpologi kefilsafatan
  • Sosiologi kefilsafatan
  • Etika
  • Estetika
  • Filsafat Agama

DR. Harry Hamersma, mengelompokkan filsafat ke dalam:

  • Filsafat tentang pengetahuan
  1. Epistemologi
  2. Logika
  3. Kritik ilmu-ilmu
  • Sejarah Filsafat
  1. Filsafat India
  2. Filsafat Cina
  3. Filsafat Barat
  • Aliran di dalam Filsafat Ada dua aliran, yaitu :
  1. Realisme. Aliran yang berpandangan bahwa pengetahuan manusia yang benar adalah apa sesungguhnya yang baik dalam realita atau kenampakan.
  2. Idealisme. Pengetahuan manusia tidak lain apa yang tergambar dalam jiwanya, yang nyata terlihat tersebut adalah bukan sebenarnya melainkan gambaran luarnya semata

Aliran filsafat yang baru, adalah:

  • Positivisme
  • Pragmatisme
  • Materialisme
  • Naturalisme
  • Empirisme
  • Rasionalisme
  • Eksistensialisme
  • Spiritualisme

 

Menurut Prof. S.T. Alsyahbana aliran filsafat ada dua, yaitu

Metafisika

1. Aliran Filsafat bersifat kuantitas

  • Monoisme
  • Dualisme
  • Plurarisme

2. Aliran bersifat kualitas

  • Tetap, corak pikirannya ialah :
  • Spiritualisme
  • Materialism
  • Kejadian, corak pikirannya ialah;
  • Mekanisme
  • Teleogi
  • Determinisme
  • Indeterminisme

Teori Ilmu Pengetahuan

Teori ini mencoba menjawab “How” & What Why” Aliran ini ada 3 (tiga) bentuk :

  • Rasionalisme
  • Empirisme
  • Gabungan Rasionalisme dan empirisme

 

FILSAFAT KOMUNIKASI I

=====================================================

Hakikat Filsafat Komunikasi

Komunikasi antarmanusia berkaitan dengan aspek sosiologis, hukum, dan polotik dan dapat berlangsung baik secara horizontal dan vertikal yang harus berlandaskan moral, etika, kode etik, perilaku dan nilai serta logika dalam mengupayakan terciptanya komunikasi yang efektif

Aspek-aspek Filsafat Komunikasi

Menurut pendapat para ahli komunikasi Analisis filsafat Komunikasi Membahas tentang analisis filsafat komunikasi, melalui jawaban dari pertanyaan sbb :

  • What do I know ?
  • How do I know it ?
  • Am I sure ?
  • Am I right ?

Dari pertanyaan diatas berkaitan dengan penyelidikan terhadap studi :

  • Metafisika Suatu studi mengenai sifat dan fungsi teori realitas dlm kaitannya dengan teori komunikasi
  • Epistemologi Cabang suatu ilmu filsafat yang membahas asal, sifat, metode dan batasan pengetahuan manusia
  • Aksiologi Cabang filsafat yang berkaitan dengan nilai-nilai seperti, Etika, etiket, estetika dan agama

Filsafat studi dan proses komunikasi

Tahapan teori dari proses komunikasi

  •  Tahap Methatheorical
  •  Tahap Hypothetical
  •  Tahap Descriptive

Tema dalam teori dan proses komunikasi:

1. Tema Epistemology

  •  Mentalisme / Rasionalisme
  •  Empirisme
  •  Konstruksivisme

2. Tema Ontology

  •  Teori Aksional
  •  Teori Non Aksional

3. Tema Perspektive

  •  P. Behaviour
  •  P. Transmisional
  •  P. Interaksional
  •  P. Transaksional

 

FILSAFAT KOMUNIKASI II

=====================================================

A. Etika komunikator

Sebagai orator pada jaman yunani harus memiliki pengetahuan sbb :

  • Ethos, “Sumber kepercayaan” Orator harus bisa dipercaya, harus memiliki keahlian, kemampuan pengetahuan dalam bidangnya, berwibawa dan dapat dipercaya sehingga dapt diterima oleh komunikan / publiknya.
  • Pathos, “Himbauan emosional” Kemampuan menampilan gaya emotif dan persuasif.
  • Logos, “Himbauan Logis” Kemampuan yang dimiliki oleh orator lebih bergaya akademi sehingga penyampaian pesan mudah dimengerti dan diterima oleh nalar pendengarnya.

Seorang orator harus menguasai ethos yang ditunjang oleh etika komuniksi sehingga benar-benar dapat dipercaya, hal Ini tunjang oleh beberapa faktor, menurut Austin J Freeley adalah :

Komponen Ethos

  • Competence
  • Integrity
  • Good will

Faktor-faktor pendukung ethos :

  • Persiapan
  • Kesungguhan
  • Ketulusan
  • Kepercayaan
  • Ketenangan
  • Keramahan
  • Kesederhanaan

Faktor-faktor penunjang komunikasi yang komunikatif.

Seorang komunikator yang handal harus mempersiapkan diri agar dapat membangkitkan tanggapan khalayaknya. Setidaknya harus berpedoman pada “ Know your audience”

Faktor penunjang tsb antara lain :

  • Pesan dirancang dan disampaikan agar dapat menarik perhatian komunikan.
  • Pesan menggunakan lambang yang sama antara keduanya sehingga mudah dimengerti.
  • Pesan dapat membangkitkan dan memberikan saran cara untuk memperoleh kebutuhan.
  • Pesan harus dapat menyarankan jalan untuk memperoleh kebutuhan dan komunikan memberikan tanggapan.

Nilai pesan komunikasi.

Pesan komunikasi terdiri dari 2 (dua) aspek :

  • Isi pesannya : Pikiran, perasaan seseorang
  • Lambang : Media, melalaui bahasa atau bentuk lain

Ada beberapa bentuk proses komunikasi yang terjadi dalam perspektif mekanistis, diklasifikasikan :

  • Proses komunikasi secara primer
  • Proses komunikasi secara sekunder
  • Proses secara lurus
  • Proses secara sirkulasi

Dalam filsafat komunikasi, masalah berpikir sebagai fungsi komunikator sebagai upaya menyampaiakan pesan secara intensitas berpikir dan sistematika berpikir, sbb :

Intensitas berpikir

Kemampuan manusia untuk mencari arti bagi realitas yang muncul terhadap kesadarannya dalam pengalaman dan pengertian. Dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial berpikir mengenai realitas sosial yang prosesnya berlangsung :

  • Horisontal
  •  vertical

      Sistematika berpikir.

Sistematika dan filsafat berpikir itu adalah :

  • Berpikir deduktif
  • Berpikir induktif
  • Berpikir memecahkan masalah
  • Berpikir kausatif
  • Berpikir kreatif
  • Berpikir filsafati

Interaksi simbolik komunikasi

Menurut K.J.veegers, interaksi simbolik adalah sbb :

  • Konsep diri
  • Konsep kegiatan
  • Konsep objek
  • Konsep interaksi sosial
  • Konsep aksi bersama

DEFINISI ETIKA 

=====================================================

E T I K A

Pengertian Etika

Secara etimologi “Etika” berasal dari bahasa Yunani ”Ethos” yang artinya watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom ). Etika berkaitan erat dengan moral, yang diartikan sebagai adat kebiasaan atau cara hidup atau perbuatan yang baik.

Etika pada dasarnya merupakan studi tentang tingkah laku “benar atau salah”

Definisi Etika

  1. The principles of morality, including the science of good and the nature of the right. Etika adalah prinsip moral tentang kebaikan dan sifat.
  2. The rules of conduct, recognize in respect to a particular class of human actions. Etika adalah aturan-aturan perilaku manusia.
  3. The science of human character in its ideal state, and moral principles as of an individual. Etika adalah ilmu tentang karakter manusia dan prinsip moral sebagai individu.
  4. The science of duty Etika adalah ilmu tentang kewajiban

Dengan demikian etika itu berkaitan dengan moral (mores).

Pengertian Etiket

Etiket berasal dari bahasa Perancis “Etiquette” yang berarti kartu undangan raja di Perancis utk mengadakan pertemuan resmi dikalangan elite kerajaan. Etiket bisa berarti kumpulan atau tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antara manusia. Etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat dan menjadi norma serta panutan dalam bertungkah laku.

Perbedaan etika dan etiket, menurut K. Bertens:

  • Etika adalah niat, perbuatan boleh atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya.
  • Etiket adalah caramelakukan perbuatan benar sesuai yang diharapkan
  • Etika adalah nurani (bathiniah), sikap etis dan baik yang timbul dari kesadaran diri.
  • Etiket adalah formalitas (lahiriah), sikap yg tampak sopan dan santun
  • Etika bersifat absolut, pujian untuk kebaikan sanksi bagi kesalahan.
  • Etiket bersifat relatif, dianggap tidak sopan padakebudayaan tertentu,tetapi belum tentu ditempat lain.
  • Etika berlakunya tidak tergantung pada ada / tidaknya orang lain yang hadir
  • Etiket hanya berlaku jika ada orang lain yang hadir dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku.

Perbedaan etika dan etiket, menurut K. Bertens :

  • Etika adalah niat, perbuatan boleh atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya.
  • Etiket adalah caramelakukan perbuatan benar sesuai yang diharapkan
  • Etika adalah nurani (bathiniah), sikap etis dan baik yang timbul dari kesadaran diri.
  • Etiket adalah formalitas (lahiriah), sikap yg tampak sopan dan santun
  • Etika bersifat absolut, pujian untuk kebaikan sanksi bagi kesalahan.
  • Etiket bersifat relatif, dianggap tidak sopan padakebudayaan tertentu,tetapi belum tentu ditempat lain.
  • Etika berlakunya tidak tergantung pada ada / tidaknya orang lain yang hadir
  • Etiket hanya berlaku jika ada orang lain yang hadir dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku.

PERTEMUAN 5

Sistematika Etika

=====================================================================================

ETIKA

Sistematika Etika

Melihat sistematika etika tersebut, etika kehumasan merupakan bagian dari bidang etika khusus atau etika terapan yang menyangkut dimensi sosial dan khususnya bidang profesi.

Menurut A. Sonny Keraf, Etika secara umum dapat dibedakan menjadi 2 :

  1. etika umum
  2. etika khusus

Etika Umum:

Kondisi dasar bagaimana manusia bertindak etis, dalam mengambil keputusan etis dan teori etika serta mengacu pada prinsip moral dasar yang menjadi pegangan dalam bertindak dan tolak ukur atau pedoman untuk menilai baik atau buruk suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok.

Etika Khusus:

  1. Penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang khusus, yaitu bagaimana mengambil keputusan dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari pada proses dan fungsional dari suatu organisasi.
  2. Seorang prefesional untuk bertindak etis yang berlandaskan teori etika dan prinsip moral dasar.

Etika khusus dibedakan jadi 2 yaitu :

  1. Etika Individual

Menyangkut kewajiban dan perilaku manusia terhadap diri sendiri untuk mencapai kesucian kehidupan pribadi, kebersihan hati nurani dan yang berakhlak luhur.

  1. Etika sosial

Mengenai kewajiban, sikap dan perilaku sebagai anggota masyarakat yang berkaitan dengan nilai sopan santun, tata krama dan saling menghormati.

Macam-macam Etika

1)      Etika Deskriptif

Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai.

2)      Etika Normatif

Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya di miliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini.

Dilihat dari definisi tentang etika, maka etika dapat di klasifikasikan menjadi 3 (tiga) :

1)      Etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan nilai baik atau buruk perilaku manusia.

2)      Etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan membicarakan baik dan buruknya perilaku manusia

dalam kehidupan bersama.

3)      Etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif dan evaluatif yang hanya memberi baik buruknya terhadap perilaku manusia.

NORMA DAN KAIDAH

Dalam hidup bermasyarakat sering dikenal istilah norma atau kaidah yaitu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang atau masyarakat untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan peraturan yang sudah disepakati.

Untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan kehidupan dengan aman dan tertib, dibutuhkan suatu “tata” yang diwujudkan dalam “aturan main” yang menjadi pedoman. Tata aturan itu lazim disebut “kaedah” (bhs Arab) “Norma” (bhs latin).

Ukuran yang menjadi pedoman, norma mempunyai 2 macam menurut isinya :

1)      Perintah                keharusan                          baik

2)      Larangan               keharusan                           tidak baik / buruk

Norma (kaedah) ada 4 macam :

  1. Norma Agama
  2. Norma Kesusilaan
  3. Norma Kesopanan
  4. Norma Hukum

Dalam pelaksanaannya, terbagi lagi menjadi :

  1. norma umum (non hukum)
  2. norma hukum.

KODE ETIK

Kode etik profesi merupakan bagian dari moral etika terapan (profesional ethic application). Setiap penyandang profesi tertentu harus dan bahkan mutlak mempunyai kode etik sebagai acuan bagi perilaku dalam pelaksanaan peran (role) dan fungsi (fucntion) profesi masing-masing, mengikat secara normatif dan etis, maupun sebagai tanggung jawab dan kewajiban moral bagi para anggota profesi yang bersangkutan dalam menjalankan aktivitasnya.

KODE ETIK, MORAL DAN CITRA 

=====================================================

MORAL DAN CITRA

  • Norma moral adalah aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Sifat moral bukan sifat lahiriah tetapi merupakan unsur dalam kesadaran kita yang menyertai kesadaran norma
  • Citra adalah Cara masyarakat memberikan kesan baik atau terhadap diri Kita Kesan yang timbul karena pemahaman terhadap kenyataan. Pengetahuan mengenai kita dan sikap terhadap kita yang mempunyai kelompok kepentingan berbeda.

Hubungan Moral, Citra dan Kode Etik

  • Moral merupakan salah satu bagian dari etika.
  • Pemahaman etika menyangkut penampilan dalam rangka menciptakan dan membina citra organisasi yang diwakili
  • Dengan moral yang bagus seorang humas akan dapat menjaga citra organisasi sesuai dengan kode etik yang berlaku

Citra kaitannya dengan etika dan nilai moral sudah disadari dan dipermasalahkan sejak humas dikonseptualisasikan, terlebih setelah IPRA berdiri.

KODE ETIK

Berikut ikthisar kode etik :

  • Integritas pribadi dan profersional / standar moral yang tinggi.
  • Perilaku kepada klien dan karyawan
  • Perilaku terhadap publik dan media.
  • Perilaku terhadap teman sejawat
  • Kode etik merupakan aturan-aturan susila yang ditetapkan bersama dan ditaati bersama oleh anggota yang bergabung dalam suatu profesi.
  • Kode etik merupakan kesepakatan bersama yang timbul secara murni dari diri pribadi setiap anggota
  • Kode etik merupakan serangkaian peraturan yang disepakati bersama guna menyatukan sikap perilaku para anggota profesi.
  • Kode etik lebih mengingatkan pembinaan para anggota sehingga mampu memberikan sumbangan yang berguna dalam pelayanannya kepada masyarakat.

Dengan demikian kode etik adalah aturan susila , sikap baik/pantas yang ditetapkan bersama dalam suatu kelompok orang dan ditaati bersama oleh yang bergabung dalam organisasi/profesi tersebut. Kode etik merupakan kesepakatan bersama dan mempunyai nilai guna dalam pelayanannya baik bagi publik/masyarakat dan dapat menumbuhkan serta meningkatkan rasa kerja sama. Nilai – nilai yang terkandung didalamnya merupakan faktor – faktor yang dapat mendukung.

Nilai – nilai yang terkandung dalam kode etik adalah :

  •  Nilai – nilai kepentingan umum
  •  Nilai – nilai kejujuran , keterbukaan ,kebaikan
  •  Nilai- nilai kesejahteraan
  •  Nilai – nilai kesopanan, harga menghargai
  •  Nilai- nilai diskresi, mampu merahasiakan serta daya pikir sehat.

Kode etik melalui jalan relasi yang dibentuk bisa diwujudkan dan didasarkan pada moral :

  1. Relasi dengan publik
  2. Relasi dengan kolega sesama profesi
  3. Relasi dengan pemerintah

ETIKA PROFESI

=====================================================

PROFESI

Menurut seorang ahli yang bernama A. Sonny Keraf:

Profesi Pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.

Profesional : Seorang yang hidup dengan mempraktekan keahlian tertentu, atau terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menuntut keahlian dan keterampilan tinggi atau hobi.

Kata profesi berasal dari bahasa latin yaitu “Professues “ Secara historis, dikatakan pemakaian istilah profesi, berarti orang yang memiliki profesi memiliki ikatan batin dengan pekerjaannya.

Ada dua jenis profesi

  •  Profesi khusus.
  •  Profesi luhur

Profesi dan Professional

Ciri-ciri umum profesionalisme, adalah sbb :

  • Memiliki skill atau kemampuan , pengetahuan tinggi oleh orang umum lainnya.
  • Mempunyai kode etik dan merupakan standar moral bagi setiap profesi.
  • Memiliki tanggungjawab profesi dan intregitas pribadi yang tinggi
  • Memiliki jiwa pengabdian kepada publik/masyarakat dan penuh dedikasi pada profesi yang disandangnya.
  • Otonomisasi organisasi professional.
  • Menjadi anggota salah satu organisasi profesi sebagai wadah untuk menjaga keeksistensiannya, menjaga kehormatan serta menertibkan perilaku standart profesi.

Prinsip-Prinsip Etika Profesi

Dibidang profesi kehumasan secara umum prinsip etika profesi :

  • Tanggung jawab

–          Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan atau fungsi ( by function )

–          Tanggung jawab terhadap dampak/akibat dari tindakan pelaksanaan profesi ( by profession )

  •  Kebebasan
  •  Kejujuran
  •  Keadilan
  •  Otonomi.

Kepribadian dan profesionalisme.

Pengembangan kepribadian adalah : usaha individu agar mampu memahami diri sendiri mengenai minat, hasrat, loyalitas, integritas tinggi sebagai persiapan untuk menghadapi tantangan dimasa depan.

Kriteria umum pengembangan kematangan antara lain:

  •  Kemampuan mengaktualisasikan diri agar mandiri.
  •  Kemampuan untuk melihat diri sendiri secara obyektif.
  •  Memiliki pandangan hidup yang dapat membawa tindakan kesuatu arah tertentu.
  •  Menghargai orang lain.
  •  Mampu membedakan alat dan tujuan.
  •  Memiliki humor falsafi.

ETIKA PROFESI KEHUMASAN

====================================================

Pernyataan Humas Bersifat Konotatif

“Avoid negative news, and with drawal publication” Pejabat humas yang berfungsi sebagai Spokesman dikenal dengan nama jubir (juru bicara). Untuk mengeluarkan suatu pernyataan, seorang spokesman harus berpedoman pada:

  • Berita
  • Pemberitaan

Hal yang harus dihindarkan bagi spokesman untuk membantah suatu pernyataan yaitu jangan mengatakan “ no comment ” atau “off the record” Hendaknya humas dapat tetap memberikan pernyataan yang diplomatis dan argumentative rasional

Fungsi jubir dilihat dari kelembagaan, metode komunikasi dan profesional adalah:

  • Penyampaian keputusan atau kebijaksanaan (intermediator)
  • Mewakili “tokoh” untuk berbicara (communicator).
  • Penyelenggara hubungan baik (relationship).
  • Melindungi nama baik lembaga (back up management).
  • Nara sumber dan menciptakan nama baik (good news resource and image maker).
  • Profesional (bertindak sesuai dengan kode etik dan etika profesional)

Pengembangan profesionalisme

Seorang profesional adalah “ A person who does some thing with great skill”. Syarat-syarat pengembangan professionalisme:

  • Pengakuan.
  • Organisasi.
  • Kriteria.
  • Kreatif.
  • Konseptor.

Pengakuan Perlunya memperoleh pengakuan terhadap kemapuan dan keberadaan seseorang sebagai profesionalisme secara serius, resmi yang telah memperoleh keterampilan, keahlian, pengalaman, pengetahuan tentang bidangnya.

Organisasi Butuhnya wadah untuk menyalurkan keprofesionalisme di bidangnya sekaligus dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilan bagi seorang yang dinyatakan profesional

Kriteria Pelaksanaan tugas, peranan, kewajiban serta kemampuan profesionalisme harus sesuai dengan kreteria standar profesi

Kreatif Seorang yang profesional harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan ide dan gagasan yang kaya dengan buah ide pikiran yang cemerlang untuk kemajuan dirinya dan lembaga tentunya

Konseptor Seorang yang profesional setidaknya dapat membuat, menciptakan, konsep kerja ataupun manajemen humas yang jelas

Etika dan Profesionalisme PR

Hal yang dipertimbangkan dalam profesionalisme PR:

  • Percaya diri akan kemampuan profesionalisme
  • Punya kemampuan pertanggungjaaban atas segala ucapan dan sikapnya
  • Punya kemampuan dan keberanian didalam memberi nasehat yang benar
  • Goalnya adalam pembuktian pada diri sendiri dan kepada manajemen bahwa anda tahu apa itu bisnis
  • Jadilah cermin dan jendela dari korporasi agar setipa keputuan komunikasi dapat diambil dengan benar
  • Setiap ucapan dan opini yang diutarakan harus mempunya nilai yang sebenarnya

Lima syarat PR di katakan profesional

  • Memiliki kemampuan keterampilan di bidangnya
  • Membuat kode etiknya sendiri dan tinduk padanya
  • Aktif dalam asosiasi yang membuat kode etik profesionalisme
  • Mampu membuat PR muda dimengerti oleh media, manajemen dan diantara publiknya
  • Kerja PR tidak hanya sekedar untuk profesi saja, tapi juga untuk kesejahteraan kerja orang banyak

APLIKASI KODE ETIK PROFESI HUMAS

=====================================================

Pengertian etik profesi

Kode perilaku yang ditetapkan dan dapat diterima oleh kelompok profesi yang menjadi pedoman “bagaimana seharusnya” (das sollen) berperilaku dalam menjalankan (das sein) profesi tersebut secara etis.

Kode etik profesi humas

Kode etik profesi humas merupakan standar moral atau piagam moral, yang memuat prinsip-prinsip dasar dan patokan kode perilaku baik secara individual sebagai penyandang profesi humas maupun secara fungsi atau peranan dalam organisasi.

Sebagai standar moral, kode etik profesi humas mempunyai arti:

  •  Sebagai pedoman etis bagi pelakunya
  •  Proses pelaksanaan fungsi kehumasan

Berpedoman pada kode etik IPRA, secara garis besar standar moral itu mencakup butir-butir sebagai berikut:

  • Kode perilaku.
  • Kode moral.
  • Menjunjung tinggi standar moral.
  • Memiliki kejujuran yang tinggi.
  • Mengatur secara etis mana yang boleh diperbuat dan tidak boleh diperbuat humas.

Konsep Penting dalam Etika Kehumasan

Menurut G. Sachs, ada 3 konsep penting dalam etika kehumasan yaitu:

  • The image, the knowledge about us and the attitudes to ward us the our different interest groups have.
  • The profile, the knowledge about attitudes towards, we want our various interest group to have.
  • The ethics is branch of philosophy, if is a moral philosophy or philosophical thinking about morality. Often used as equivalent of right or good.

KODE ETIK PRSA

PRSA didirikan 4 Februari 1946.

Anggota PRSA harus menjamin untuk melaksanakan etika profesi PR/Humas, sebagai berikut :

  • Memimpin dirinya sendiri baik secara bebas maupun professional dalam menyesuaikan diri dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  • Menjadi pembimbing bagi seluruh aktifitas anggotanya dengan norma persetujuan umum, kebenaran kebersamaan, ketelitian dan perjanjian yang semestinya dan keterbukaan serta cita rasa yang baik.
  • Mendukung rencana kerja untuk mengembangkan keahlian professional, perencanaan pendidikan dan pelatihan dalam praktik kehumasan.

Anggota PRSA mempunyai kewajiban:

  • Meningkatkan dan memelihara norma luhur dalam memberikan pelayanan sosial kemasyarakatan.
  • Meningkatkan dan memelihara sikap yang beritikad baik sesama anggota.
  • Humas harus dihargai menjadi profesi yang terhormat didalam kehidupan masyarakat.
  • Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan kepercayaan dan integritas profesionalnya.

Kewajiban Profesi Kehumasan

Kode standar profesi PRSA secara garis besar memuat ketentuan-ketentuan yang pada dasarnya merupakan kewajiban profesi kehumasan :

  • Landasan atau sikap Humas anggota PRSA
  • Kualifikasi profesi Humas
  • Faktor mempengaruhi perilaku Humas

Tujuan Kode Etik Humas

Adapun tujuan kode etik humas adalah sebagai berikut:

  • Panduan berperilaku seorang PR terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain, baik publik internal atau eksternal.
  • Bentuk tanggung jawab sebagai PR yang dintegrasikan dengan kode etik organisasi yang terkait.
  • Panduan dalam memberi pelayanan terhadap keluhan, ide, kritik, usulan dan ketergantungannya pada organisasi maupun lingkungan.
  • Acuan dalam melayani kesalahpahaman dengan memperhatikan kebenaran dan komunikasi yang etis, benar dan tepat.
  • Standar kualitas dengan memperhatikan realisasi dari tujuan dengan SDM material yang disediakan, sarana / prasarana, dana, waktu.

I P R A (International Public Relations Association)

Organisasi profesi Humas internasional ini didirikan di London, Inggris tahun 1955, bermarkas di Jenewa, Swiss. IPRA mengeluarkan kode etik dan etika profesi PR yang berlandaskan pada:

  • The Universal Declaration of Human Right.
  • Human Dignity.

T u j u a n I P R A

Adapun tujuan dibentuknya IPRA adalah:

  • Sarana pertukaran pikiran, ide, gagasan, pengalaman, untuk pengembangan profesi PR yang mencakup wilayah internasional.
  • Media publikasi dari studi bersama.
  • Menyelenggarakan konggres maupun pertemuan internasional yang bertujuan untuk mengembangkan bidang PR dan meningkatkan kualitas fungsi PR dalam taraf internasional.
  • Mengembangkan dan menentukan standar fungsi PR dalam praktek.
  • Mengadakan kegiatan atau aktifitas PR untuk kepentingan para anggota IPRA.

Kode etik dan kode perilaku bagi PR yang dikeluarkan IPRA mencakup panduan:

  • Integritas Pribadi dan Profesional.

Integritas pribadi berarti terpeliharanya standar moral yang tinggi dan reputasi yang baik. Profesional berarti ketaatan pada anggaran dasar, peraturan dan khususnya kode etik.

  • Perilaku terhadap klien dan pimpinan.
  • Perilaku terhadap publik dan media massa.
  • Perilaku terhadap rekan se-profesi.

ATURAN TINGKAH LAKU PROFESIONAL PR/HUMAS

=====================================================

PR yang profesional dituntut bekerja secara professional juga sebagi seorang ahli baik secara keilmuan maupun secara tingkah lakunya. Sehingga yang diemban oleh seorang PR profesional adalah bekerja dengan:

  •  Kemampuan skill nya
  •  Pengetahuannya
  •  Pengalamannya

PR Profesioanal juga harus tampil prima, diantaranya:

  •  Teman seprofesinya
  •  Di kenal oleh media
  •  Di kenal oleh kliennya
  •  Di kenal oleh atasannya
  •  Dan di kenal oleh dunia luar

Perilaku tentang tata aturan keprofesionalan PR di ataur dlam suatu wadah keprofesian dalam PR, yaitu IPRA ataupun PRCA dimana setiap anggota IPRA dan PRCA tunduk kepada aturan yang dikeluarkan oleh asosiasi tersebut. Dimana sistem keanggotannya cukup ketat, artinya bila suatu asosiasi dapat di terima menjadi anggota ini berarti sandar penampilan keprofesionalismeanya sudah tinggi.

PR Code dari PROFESIONAL INTERNATIONAL PUBLIC RELATIONS ASSOCIATION (IPRA)

  1. A.     Integritas Pribadi dan Profesional

Seperti diketahui bahwa integritas pribadi berarti terpeliharanya baik standar moral yang tinggi maupun reputasi yang baik. Sedang integritas profesional artinya ketaatan pada anggaran dasar, peraturan dan khususnya kode tersebut sebagaimana disetujui IPRA.

  1. B.      Tingkah Laku Terhadap Klien dan Majikan
    1. Seorang anggota mempunyai kewajiban umum berurusan secara jujur terhadap klien atau majikan, dulu atau sekarang.
    2. Seorang anggota hendaknya tidak mewakili kepentingan yang berlawanan atau bersaing tanpa izin mereka yang bersangkutan.
    3. Seorang anggota hendaknya menjaga kepercayaan klien atau majikan baik dulu atau sekarang.
    4. Seorang anggota hendaknya tidak memakai metode yang cenderung menghina klien atau majikan anggota lainnya.
    5. Dalam kegiatan pelayanan bagi klien atau majikan seorang anggota hendaknya tidak menerima bayaran, komisi atau barang apapun lainnya yang bertalian dengan pelayanan ini dari seseorang selain klien atau majikan tanpa izin klien atau majikan, yang diberikan setelah pengungkapan fakta sepenuhnya.
    6. Seorang anggota hendaknya tidak mengusulkan kepada calon klien atau majikan bahwa bayarannya atau penggantian lain tergantung pada prestasi hasil-hasil tertentu, begitu juga hendaknya tidak mengadakan persetujuan pembayaran apapun dengan akibat yang sama.
  1. C.      Tingkah Laku Terhadap Media dan Umum
    1. Seorang anggota hendaknya melakukan kegiatan-kegiatan profesionalnya sejalan dengan kepentingan umum dan dengan penuh hormat demi martabat pribadi.
    2. Seorang anggota hendaknya tidak melakukan kegiatan dalam praktik apapun yang cenderung merusak integritas saluran-saluran komunikasi umum.
    3. Seorang anggota hendaknya tidak menyebarkan dengtan sengaja informasi palsu atau menyesatkan.
    4. Seorang anggota hendaknya di setiap waktu berusaha memberikan gambaran seimbang dan terpercaya terhadap organisasi yang dilayaninya.
    5. Seorang anggota hendaknya tidak membentuk organisasi apapun untuk tujuan tertentu, tetapi sebenarnya untuk kepentingan khusus yang tidak diungkapkan atau probadi anggota atau klien atau majikan, demikian juga hendaknya ia tidak menggunakan organisasi itu atau organisasi yang ada semacam itu.
  1. D.     Tingkah Laku Terhadap Rekan
    1. Seorang anggota hendaknya tidak dengan sengaja mencemarkan reputasi professional atau praktek anggota lainnya. Namun demikian, jika seorang anggota memiliki bukti bahwa anggota lain telah melakukan kesalahan yang tidak etis, illegal atau praktek-praktek tak jujur yang melanggar kode ini, hendaknya ia menyerahkan informasi itu kepada dewan IPRA.
    2. Seorang anggota hendaknya tidak mencari mengganti anggota lainnya dengan majikan atau klien
    3. Seorang anggota hendaknya bekerja sama dengan para anggota lainnya dalam menegakkan dan melaksanakan kode ini.

Selain IPRA, masih banyak lagi organisasi keprofesionalan PR/HUMAS memiliki kode etik profesi, di antaranya:

  1. PERHUMAS
  2. PUBLIC RELATIONS SOCIETY OF AMERICA (PRSA)
  3. ASOSIASI PERUSAHAAN PUBLIC RELATIONS INDONESIA (APRI)
  4. INSTITUT PUBLIC RELATIONS (IPR)

 

Satu pemikiran pada “ETIKA PROFESI PUBLIC RELATIONS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s